16 Kabupaten Dilanda Kekeringan

Dropping 470 Tangki Air Bersih

352
BERIKAN AIR : Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyalurkan air bersih kepada warga Desa Dermasuci Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal yang saat ini sedang mengalami kekeringan (IST).
BERIKAN AIR : Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyalurkan air bersih kepada warga Desa Dermasuci Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal yang saat ini sedang mengalami kekeringan (IST).

SEMARANG-Sebanyak 16 kabupaten di Jateng telah mengalami kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun mengirim 470 tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga setempat.

Kepala Harian BPBD Jateng, Sarwa Pramana, mengatakan bahwa droping air bersih paling banyak di Kebumen, yaitu 87 tangki. Disusul Magelang 53 tangki, Banyumas 51 tangki, Banjarnegara 47 tangki. “Per hari ini (kemarin, red) sudah ada 470 tangki air bersih untuk 68 kecamatan di 16 kabupaten,” terangnya, Kamis (31/8) kemarin.

Dijelaskan, droping air itu dilakukan BPBD di masing-masing daerah. Jika masih kurang, BPBD Jateng sudah siap menyediakan 3.000 tangki. “Nanti kalau masih kurang, kami mintakan ke BNPB, pengalaman tiap tahun biasanya rata-rata sekitar Rp 8-9 miliar dari BNPB untuk kabupaten/kota,” jelasnya.

Bagi daerah yang ingin mendapat droping air, bisa mengajukan ke pemkab/pemkot setempat, untuk dilanjutkan ke pemprov. Tapi kalau masyarakat umum bisa mngakses langsung ke gubernur, pihaknya juga siap droping air.

Beberapa waktu lalu, Kabupaten Wonogiri mengajukan droping air bersih ke Pemprov Jateng. “Kami tinggal eksekusi. Tinggal transfer dana saja ke PDAM, dan PDAM juga sudah menetapkan harga sosial, bukan umum jadi murah,” katanya.

Sayang, di beberapa tempat, distribusi air bersih tersebut tidak bisa dilakukan langsung hingga ke permukiman warga. Sebab, permukiman itu hanya punya jalan kecil sehingga tidak memungkinkan untuk dilalui truk pengangkut air. Biasanya, disambung dengan membawa tendon air menuju rumah warga, atau warga datang dengan membawa jerigen. “Rata-rata setiap kabupaten ada. Terutama di daerah pegunungan,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memerintahkan kepala daerah setempat menjalankan pemantauan dan memberi laporan kepadanya setiap hari. “Bupati dan jajarannya sampai kepala desa, saya minta memantau setiap hari untuk melaporkan jika butuh bantuan. Sehingg akan kami droping air,” katanya saat memberikan bantuan air bersih di Desa Dermasuci Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal, Kamis (31/8) kemarin.

Ganjar pun meminta BPBD Jateng untuk bergerak menyalurkan air bersih di titik-titik kekeringan. “Tim bergerak terus untuk memantau. Sedagkan yang butuh air, segera dikirim. Sudah banyak perusahaan yang akan mengirim air lewat CSR-nya, kami koordinasikan supaya tepat sasaran,” ujar Ganjar.

Sementara kekeringan di Desa Dermasuci sudah terjadi sebulan terakhir. Pemprov Jateng mengirim bantuan 10 tangki air bersih untuk warga sekitar. Dalam kunjungan ke Dermasuci, Ganjar juga meninjau rumah relokasi dari warga yang tinggal di tanah bergerak. Sejak sebulan terakhir, 26 keluarga telah dipindahkan dari lokasi yang rawan longsor ke tempat yang aman.

Pembangunan rumah tersebut berasal dari dana CSR perusahaan yang dikelola Pemprov Jateng. “Pak Gubernur tadi juga menyerahkan bantuan Rp 260 juta untuk 26 kepala keluarga, jadi masing-masing Rp 10 juta,” kata Sarwa. (amh/ida)