13 TPQ dan Madin Dapat Bantuan Buku

423
DIALOG : Manajer CSR BPI Bhayu Pamungkas berdialog setelah menyerahkan buku kepada santri Madrasah Diniyah Daarul Ulum 2 Kecamatan Tulis Batang (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang).
DIALOG : Manajer CSR BPI Bhayu Pamungkas berdialog setelah menyerahkan buku kepada santri Madrasah Diniyah Daarul Ulum 2 Kecamatan Tulis Batang (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang).

BATANG-Selain turut meningkatkan budaya literasi masyarakat Batang dengan membangun Perpusdes, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) juga membangun literasi di 13 TPQ (Taman Pendidikan Quran) dan Madin (Madrasah Diniyah) di empat desa. Yaitu Desa Tulis, Desa Wringingintung, Desa Juragan dan Desa Ujungnegoro.

Bantuan berupa ribuan buku paket bacaan beserta mebelair untuk perpustakaan, diserahkan secara simbolis di Madrasah Diniyah Daarul Ulum 2 Kecamatan Tulis Batang, Kamis (31/8) kemarin. “Kami ingin masyarakat memiliki budaya membaca yang tinggi. Karena itu, harus dibina sejak usia sedini mungkin,” ujar Manajer CSR BPI Bhayu Pamungkas.

Dikatakannya, pada akhir 2016 BPI telah menyerahkan bantuan serupa untuk 19 TPQ di 11 desa yaitu, Ujungnegoro, Karanggeneng, Ponowareng, Wonokerso, Simbangjati, Kenconorejo, Beji, Kedungsegog, Sembojo, Bakalan dan Depok. Saat ini, kegiatan tersebut telah diperluas ke-13 TPQ yang berada di 4 desa di Kecamatan Kandeman dan Tulis.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat terutama anak-anak. Tidak hanya memberikan buku bacaan bernuansa Islami, tetapi juga buku cerita bergambar, novel dan komik edukasi sehingga anak-anak tertarik untuk membacanya.

Minggu lalu kegiatan serupa dilakukan oleh PT BPI  bekerjasama dengan Disperpuska (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan) Kabupaten Batang menambah koleksi buku bacaan bagi 15 Perpusdes Perpuseru yang berada Kecamatan Kandeman, Tulis dan Subah. Perpuseru merupakan program pengembangan perpustakaan menjadikan perpustakaan sebagai pusat informasi, kegiatan dan belajar masyarakat, di Perpustakaan desa. “Masyarakat dapat belajar dan berlatih seperti tata boga, kerajinan tangan serta mendapatkan informasi kesehatan, pendidikan melalui buku dan internet. Kami berharap pemberian buku itu akan menarik minat masyarakat, terutama anak-anak, dalam membaca buku,” kata Bhayu. (han/ida)