33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Underpass Jatingaleh Belum Dilengkapi Rambu-Rambu

Another

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

SEMARANG- Meski sempat molor, akhirnya proyek underpass Jatingaleh Semarang bisa diselesaikan. Saat ini, underpass telah dibuka. Namun sejumlah permasalahan ditemui di lapangan. Di antaranya, belum adanya kelengkapan rambu-rambu lalu-lintas. Sehingga hal itu membuat pengguna jalan kebingungan. Di sisi lain, pengoperasionalan underpass ternyata berdampak pada pemilik usaha sekitar.

“Jalannya sudah lancar. Dari pagi hingga malam, tidak pernah macet lagi. Tapi dampaknya bagi para pemilik usaha di sekitar underpass agak sepi pembeli, karena jalur ini jadi jalur cepat,” kata salah satu pedagang yang enggan disebut namanya ditemui di sekitar underpass Jatingaleh, Rabu (30/8).

Dikatakannya, jalur cepat cukup mempengaruhi pembeli untuk berhenti. Meski begitu, dia mengaku bersyukur karena kondisi jalan kembali lancar. “Daripada macet, ya mending sekarang sudah lancar. Soal sepi atau tidak, saya pasrah. Yang penting usaha dan rezeki sudah ada yang mengatur,” ujarnya.

Alex, penjual mi ayam mengatakan, saat ini sudah tidak pernah ada kemacetan. “Sudah lancar jaya, sejak pagi hingga malam. Kondisi pembeli mi ayam juga standar aja, karena di sini dekat pasar (Jatingaleh), pembeli tetap ada,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Muhammad Khadik, mengakui, sementara ini underpass Jatingaleh masih perlu dilengkapi fasilitas pendukung. Di antaranya, kelengkapan rambu-rambu.

“Pengadaan rambu-rambu merupakan satu paket dengan proyek. Kami sudah koordinasikan dengan Satuan Kerja (Satker), masih akan ada penyempurnaan. Baik rambu-rambu, maupun trotoar di ujung Gombel masih disempurnakan,” ujarnya.

Dijelaskan, jalan Jatingaleh merupakan jalan provinsi. Termasuk pengelolaan rekayasa lalu lintas merupakan kewenangan Dishub Provinsi Jateng. “Tapi karena itu berada di wilayah Kota Semarang, maka kami ikut memberikan saran dan masukan.

Menurut Khadik, sejumlah rambu-rambu yang diperlukan, misalnya dari arah exit tol belok kiri. Sedangkan pengendara dari arah utara atau Jalan Dr Wahidin dilarang belok kanan menuju ke Jalan Sultan Agung. Pengendara harus lurus dahulu menuju Jalan Kesatrian, kemudian masuk terowongan Kesatrian, baru menuju arah Jalan Sultan Agung. “Termasuk dari arah Jalan Kesatrian harus belok ke kiri dulu baru masuk terowongan Gombel, kemudian ke arah utara. Itu sebenarnya pengaturan rambu-rambunya sudah masuk paket proyek,” bebernya.

Menurut hasil koordinasi, kata Khadik, informasi batas akhir penyempurnaan akan diselesaikan 31 Agustus 2017. “Saat ini masih proses penyempurnaan oleh Satker Metro. Yang penting masyarakat nanti lancar, tidak macet lagi, semuanya ikut seneng,” katanya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

More Articles Like This

Must Read

Nyaman Berwirausaha

BESAR di keluarga pengusaha menjadikan Novita Anggraeni tertarik untuk terjun sebagai entrepreneur. Sejumlah bidang usaha terus dikembangkan. ”Orang tua saya berwirausaha, begitu juga dengan...

Ganjar Cabut Izin Lingkungan Semen Rembang

SEMARANG - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo resmi mencabut izin lingkungan hidup pabrik milik PT Semen Indonesia yang rencananya akan dibangun di Kabupaten Rembang. Keputusan...

Ajak Masyarakat Awasi Penjualan Beras

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Seluruh komponen masyarakat diajak untuk mengawasi penjualan beras di pasar. Sebab, ada ketentuan jika pedagang menjual diatas harga eceran tertinggi (HET),...

Menilik Kreasi Lampu Kanvas ala Arlight

Sentuhan kreatifitas yang tepat memberi nilai lebih, khususnya pada benda-benda handmade. Salah satunya lampu kanvas yang memadukan seni lukis dan lampu tidur. Seperti apa? NURUL...

Akademi Pradigta Luluskan 30 Wisudawati

BATANG - Menjadi pilot projet di Jawa Tengah, Akademi Pradigta Batang, sebuah lembaga pendidikan kader perempuan miskin, disabilitas dan kelompok marjinal pedesaan, meluluskan 30 wisudawati. Bertempat...

Pemkab Luncurkan Majalah Handal

KENDAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal meluncurkan Majalah Handal, majalah tersebut digunakan sebagai sarana menumbuhkan kebanggan dan kecintaan terhadap Kabupaten Kendal dalam menyikapi dinamika perubahan...