33 C
Semarang
Kamis, 9 Juli 2020

Tlogopucang Alami Kekeringan Terparah

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

TEMANGGUNG—Sejumlah wilayah di Temanggung mengalami kekeringan. Dari sembilan kecamatan, salah satunya wilayah Kandangan. Di kecamatan itu, desa yang mengalami kekeringan terparah adalah Tlogopucang. Tlogopucang sendiri terdiri atas 9 dusun. Dari 9 dusun, 7 dusun rawan kekeringan.

“Belakangan ini, Desa Tlogopucang tengah booming pariwisatanya. Namun saat musim kemarau tiba, masyarakat kesulitan mencari air bersih,” kata Camat Kandangan Samsul Hadi.

Samsul menjelaskan, meski sudah ada Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi ( Pamsimas), namun belum bisa bisa menjangkau semua dusun. Karenanya, jika musim kemarau tiba, sumber air menipis, sehingga menyebabkan kekeringan. “Pak Bupati juga tengah mengusulkan adanya alat saluran air bersih yang diambil dari Sigandul Tlahap. Semoga usulan Pak Bupati, direspons positif oleh pemerintah pusat.”

Sulimah, 65, warga Dusun Kedopoan, Desa Tlogopocang, menuturkan, warganya mengalami kekurangan air bersih sejak dua bulan terakhir.

Untuk memenuhi kebutuhan air, warga harus ngangsu (mengambil) ke desa lain. Salah satunya, ke sumber air Pikatan. “Warga sini banyak yang mengambil air dari Pikatan, dengan membayar Rp 80 ribu secara rombongan. Bagi yang tidak bisa ikut, bisa membeli air per jeriken seharga 2.500 ribu.”

Selain mengambil air ke wilayah lain, sejak satu tahun terakhir ini, warga menyedot air melalui paralon dari sumber air Watulumbung desa setempat. Jaraknya sekitar 2 kilometer.

Sulimah menyampaikan, ada 42 kepala keluarga (KK) yang ikut program tersebut. Caranya, membayar administrasi biaya pasang Rp 1.250.000. Juga membayar iuran bulanan rata-rata Rp 50 ribu/KK. “Meski ikut program tersebut, air juga tak selalu mengalir setiap saat. Bisa mengalir biasanya saat malam dan siang hari.”

Kepala BPBD Temanggung Agus Sudaryono, menyampaikan, berdasarkan pemetaan BPBD Temanggung, ada 9 kecamatan yang tengah dilanda kekeringan. Namun, yang baru melapor atau minta dropping air bersih baru 6 kecamatan. Yakni, Pringsurat, Kaloran, Kandangan, Kranggan, Selopampang, dan Bejen. Tiga yang belum melapor adalah Jumo, Wonoboyo dan Tlogomulyo.

“Sejauh ini, kami telah melakukan dropping air bersih sebanyak 50 tangki. Per tangki berisi 5000 liter. Kita masih punya persediaan air bersih 350 tangki. Diperkirakan masih mencukupi sampai Oktober mendatang.”

Terpisah, kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Temanggung pada musim kemarau tahun ini, menjadi perhatian serius Polres setempat. Maka, dalam rangka menyambut HUT ke-69 Polwan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKBG) ke-65, Polres menyalurkan air bersih di dusun yang mengalami kekeringan.

Salah satunya, Dusun Kedopoan, Desa Tlogopocang, Kecamatan Kandangan. Untuk kegiatan ini, Polres menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung.

Selain dropping air bersih, Polres juga memberikan bantuan tandon air dan alat pompa air kepada warga Desa Tlogopucang. Bantuan tandon dan pompa air juga diberikan kepada warga Desa Kalimanggis, Kecamatan Kaloran, yang dilanda kekeringan.

“Kita berikan bantuan alat tersebut, dengan harapan ke depan warga tidak lagi kekurangan air bersih,” kata Kapolres AKBP Maesa Soegriwo di sela dropping air bersih.

Maesa melanjutkan, kegiatan yang dilakukan pihaknya bagian dari program Promoter (Profesional, Modern, dan Terpercaya) Kapolri. “Tidak ada niatan yang aneh-aneh. Kita membantu tulus ikhlas, Polri ingin dekat dengan masyarakat.” (san/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rp 14 M Tidak Terserap

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Molornya pencairan dana desa tahun anggaran 2017 mengakibatkan beberapa tidak semua dikerjakan. Hingga akhir tahun, dana di beberapa desa masih tersisa. “Dari...

Usut Praktik Jual Beli Lapak

SEMARANG - Dugaan praktik jual beli lapak terjadi di Pasar Kembang Kalisari, Kelurahan Randusari, Semarang Selatan. Lapak yang disediakan secara gratis oleh Pemkot Semarang...

Sekartama Layani Talangan Haji

KENDAL—Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Sekartama akan mulai melayani dana talangan haji dan umrah. Rencananya, dana talangan haji yang akan mulai Mei mendatang ini, dapat...

Permenhub Masih Belum Ideal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD Jateng menyikapi masalah berakhirnya masa tunggu bagi penyedia jasa transportasi daring terhadap pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 tahun...

Ribuan Warga Antre Daging Kurban

SEMARANG-Ribuan warga kurang mampu di Kota Semarang, Jumat (1/9) kemarin, mengantre hewan kurban di Masjid Agung, Kauman, Semarang. Mereka dibagi dalam dalam dua kelompok...

Akhirnya Gulung Tikar, Beralih Bisnis Online

Perkembangan teknologi telah memberikan kemudahan bagi banyak orang untuk membaca buku dalam bentuk elektronik melalui gadgetnya. Tak dipungkiri, hal itu membuat buku konvensional ditinggalkan. RADARSEMARANG.COM...