Tak Bisa Tidur Jika Tanpa Ditemani Robot Gundam

M Devin Rafael, Habiskan Jutaan Rupiah Demi Koleksi Mainan

481
CINTA MAINAN: M Devin Rafael dan koleksi mainan yang dipajang di rumahnya (AHMAD ABDUL WAHAB/JAWA POS RADAR SEMARANG).
CINTA MAINAN: M Devin Rafael dan koleksi mainan yang dipajang di rumahnya (AHMAD ABDUL WAHAB/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Sebagaimana cinta, hobi tidak memadang apapun dan siapapun. Apapun akan ditempuh demi menyalurkan hobi. Seperti yang dilakukan M Devin Rafael yang hobi mengoleksi aneka mainan (toys). Seperti apa?

AHMAD ABDUL WAHAB

SEJAK kecil, Devin — sapaan akrabnya–  memang sudah telanjur cinta dengan mainan anak-anak.  Bagi pemuda kelahiran Jakarta 1988  ini, mengoleksi mainan anak-anak merupakan hobi yang unik sekaligus menyenangkan. Tak heran, jika kini koleksi mainannya sudah mencapai ratusan jenis. Ada robot gundam, hot wheels, RC aeromodelling, karakter anime Jepang (action figure), mobil mainan off-road dan lain sebagainya.

Warga Gajah Mungkur RT 7 RW 5, Kecamatan Gajah Mungkur ini  mengaku, mengoleksi mainan anak sejak di bangku SMP. Itu merupakan hobi yang ditularkan ayahnya, Udi Kosasih. Namun setelah pindah ke Semarang untuk urusan pekerjaan, Devin memulai mengoleksi mainan itu dari awal lagi sejak 6 tahun terakhir.

“Yang di sini hasil koleksi di Semarang selama 6 tahun. Dan ini belum seberapa dibanding koleksi di rumah orang tua di Jakarta,”ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakannya, hobi mengoleksi mainan bukan hobi sembarangan. Sebab, harga sebuah mainan action figure bisa mencapai jutaan rupiah. Meski menggiurkan, pria 29 tahun ini mengaku tidak tertarik berbisnis koleksi mainan action figure.

“Ada kepuasan tersendiri soalnya selama di Semarang kan sudah berpenghasilan. Harga mainan mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Saya lebih suka merawat dan menjaganya, apalagi uang untuk membeli itu hasil keringat sendiri, rasanya itu eman plus sayang,”bebernya.

Ada kisah unik di balik hobinya itu. Devin menceritakan, koleksi mainannya tidak sekadar dijadikan barang pajangan. Baginya, mainan merupakan teman untuk melepas penat. Bahkan, diakuinya, ia tidak bisa tidur jika tidak ditemani salah satu koleksinya, robot gundam.

Hahaha, percaya atau tidak, dulu kalau tidak pegang gundam saya tidak bisa tidur. Sampai sekarang pun masih, apalagi pas sedang capek-capeknya usai bekerja,”akunya.

Dari sekian banyak koleksi yang dimiliki, mainan kereta api Marklin 01097 HO Scale merupakan koleksi yang paling berharga. Selain langka, lokomotif buatan Jerman pada 1942 itu merupakan warisan turun-temurun dari kakeknya.

“Ini paling prestisebahkan sempat ada kolektor yang menawar hingga Rp 30 juta full set dengan dioramanya. Mau dibeli berapa pun tetap tidak bakal saya berikan,”katanya.

Sebaliknya, ia tak akan sungkan untuk menyumbangkan mainannya untuk anak-anak sekitar. Dikatakannya, meski diakui cukup menguras isi dompet, namun dipastikan koleksi di kamarnya terus bertambah setiap bulannya.

“Kalau sudah bosan dan mainan butuh di-upgrade biasanya saya kasih ke anak-anak. Tapi yang harganya murah lho,” ucapnya sambil tertawa.

Sebagai referensi produk terbaru, Devin sering berkumpul dan bertukar informasi dengan para Toys Hobbyist (yang sudah cukup dewasa) di Kota Semarang. Ia juga sering mem-publish  koleksinya lewat website www.semarangrc.com yang dikelolanya sendiri. “Kalau gitu kan bisa up to date. Itung-itung buat mempopulerkan hobi ini, apalagi pecintanya sendiri masih dianggap kayak kurang kerjakan,”katanya

Di sisi lain, pria yang bekerja sebagai fotografer dan videografi ini menuturkan, dalam menggeluti hobi itu, ia tidak terlalu memaksa diri untuk berburu koleksi mainan hingga ke luar negeri. Apa yang unik dan mampu membuatnya terkesan sudah lebih cukup untuk dijadikan koleksi tambahan.

“Memang ada yang dibeli di Singapura, tapi  itu kebetulan. Selebihnya masih lokal. Obsesi saya itu mengoleksi, bukan untuk berburu,”ujarnya.

Menurutnya, Toys Hobby merupakan jenis hobi susah-susah gampang. Dalam perawatan misalnya, harus dilakukan secara hati-hati. Sebab, ukurannya yang kecil dan bisa dibongkar pasang, sehingga terdapat banyak celah yang harus dibersihkan. “Harus hati-hati dalam perawatan. Seminggu sekali debunya harus dibersihkan. Khusus action figure, saya mandikan minimal 3 bulan sekali,”katanya. (*/aro)