33 C
Semarang
Jumat, 3 Juli 2020

Cegah Pencemaran, Bupati Asip Bersihkan Sungai

Pabrik Tekstil Buang Limbah di Sungai Pencongan

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

KAJEN-Untuk mencegah pencemaran di Sungai Pencongan, Kelurahan Bener, Kecamatan Wiradesa, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama puluhan warga membersihkan Sungai Pencongan, Rabu (30/08) kemarin. Bupati Asip bersama warga naik perahu milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, menyusuri sungai untuk membersihkan sampah yang ada di sekitarnya.

Hal itu dilakukan Bupati Asip untuk memastikan kebersihan kondisi Sungai Pencongan, mengingat sungai tersebut akan dijadikan lokasi wisata bahari. Namun, selama ini beberapa pengusaha tekstil kerap membuang limbah cairnya ke sungai tersebut.

Pasca melakukan bersih-bersih sungai tersebut, Bupati Asip memerintahkan Kepala Desa (Kades) Sepacar, Kecamatan Tirto, Mulyono, untuk mendata beberapa pengusaha tekstil yang ada di Desa Sepacar yang membuang limbah cairnya ke Sungai Pencongan. “Kami sudah menugaskan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan kajian akan limbah cair oleh beberapa pabrik tekstil yang ada di sekitar Sungai Pencongan ini,” ungkap Bupati Asip.

Ditegaskan, jika limbah cair yang dibuang oleh pabrik tekstil terbukti melakukan pencemaran, pihaknya akan melakukan teguran terhadap pabrik tersebut. “Sungai Pencongan merupakan salah satu sungai terbersih yang ada di jalur pantura Pekalongan. Maka harus dijaga kebersihan dan kejernihannya. Karena itu, pabrik tekstil atau perajin batik dan jins, dilarang keras membuang limbahnya ke Sungai Pencongan. Jika tetap membandel, akan kami tindak dengan tegas sesuai aturan,” ancam Bupati Asip.

Sementara itu, Kades Sepacar, Mulyono, mengungkapkan bahwa pabrik tekstil di sebelah Sungai Pencongan, setiap malam masih membuang limbah cairnya ke sungai. Sehingga sungai berubah warna pada malam hari dan kembali jernih ketika pagi.

Menurutnya pihak desa sudah berulang kali menegur pemilik pabrik tersebut, namun tidak direspon. Bahkan, berdalih jika yang membuang limbah bukan hanya dari pabrik miliknya saja, namun juga dari pabrik cucian jins yang ada di sebelahnya. “Warga Desa Spacar akan melakukan penutupan saluran buangan limbah milik pabrik tekstil tersebut, mumpung Sungai Pencongan belum tercemar. Kami akan berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk melakukan penutupan saluran tersebut,” ancam Mulyono. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Diikuti 119 Peserta, Perkuat Bibit Muda Desainer Batik

SEBANYAK 119 peserta Kajen Beauty Carnival, Minggu (20/8) kemarin, menampilkan desain batik dari ciri khas masing–masing kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Hasil karya...

Rumah Mewah Tambakrejo Terbakar

KENDAL—Diduga akibat korsleting listrik, sebuah rumah mewah milik pasangan suami istri Masrokhim dan Siti Nuriyah di Desa Tambakrejo, Patebon, terbakar. Tidak ada korban jiwa,...

Eksistensi Pasar Tradisional Perkotaan

RADARSEMARANG.COM - MENJAMURNYA pasar modern di perkotaan, membawa kekhawatiran terhadap eksistensi pasar tradisional. Pasar modern merupakan pasar yang bersifat modern, di mana barang dagangannya...

Tak Banyak Janji, Tapi Banyak Kerja Realisasikan Program Prioritas

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Setahun Kepemimpinan Bupati Batang Wihaji dan Wakil Bupati Suyono langsung tancap gas untuk merealisasikan berbagai program prioritasnya. Seperti revitalisasi jalan sebagai...

Optimistis Penjualan Meningkat

SEMARANG- Setelah satu dekade tanpa melakukan pembaruan, jelang akhir tahun Daihatsu memberikan kejutan istimewa kepada para pecinta Terios. Yaitu dengan meluncurkan All New Terios...

Saatnya Perang Kreativitas

DUA Kelompok suporter setia PSIS, Panser Biru dan Snex benar-benar menjadi ruh atas kemenangan tim berjuluk Mahesa Jenar di tiga laga awal ajang Liga...