33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Tiga Pencuri Kayu Berhasil Dibekuk

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

UNGARAN–Aparat kepolisian dari Polsek Ungaran berhasil menggagalkan aksi pencurian kayu di hutan Penggaron, Kecamatan Ungaran Timur, Selasa (29/8) kemarin. Dan berhasil mengamankan tiga orang, yakni ST (pembeli), RS (sopir) dan BT (kuli panggul).

Kapolsek Ungaran Kompol, Muh Aslam mengatakan keberhasilannya menggagalkan aksi pencurian tersebut berawal dari laporan beberapa warga sekitar hutan. “Ketiga pelaku semuanya dari Magelang,” kata Aslam.

Selain ketiga pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti yaitu truk nopol AA 1412 NK yang masih bermuatan kayu sonokeling sebanyak 19 batang dengan volume 5.27 meter kubik, tali tambang dan gergaji mesin. Pelaku beraksi mulai Senin (28/8) sore hingga Selasa (29/8) dinihari. “Semua kami amankan di Polsekta Ungaran,” tandasnya.

Menurutnya, pelaku menebang pohon Sonokeling di petak nomor enam hutan Penggaron, lahan milik Perhutani di wilayah administrasi Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur. Suara brisik yang ditimbulkan dalam penebangan diketahui oleh warga setempat dan langsung dilaporkan ke Polsekta Ungaran. “Kayunya dipotong mulai sore hingga Selasa dinihari. Pelaku kami tangkap saat perjalanan hendak dibawa ke Magelang,” tuturnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman keterangan pelaku. Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah ada keterlibatan pelaku lain. Termasuk kemungkinan keterlibatan oknum di internal Perhutani. “Kami akan menelusuri, apakah ada pihak tertentu yang terlibat. Sementara kami dalami keterangan ketiga pelaku,” katanya.

Keterlibatan oknum Perhutani dimungkinkan terjadi. Mengingat akses masuk hutan tersebut harus melalui izin dari pihak Perhutani. Pohon yang ditebang oleh pelaku bernilai ekonomi tinggi. Karena perbuatan pelaku, negara dirugikan hingga Rp 50 juta. Meski begitu, pihak kepolisian menyelidiki apakah masih ada kayu lain yang disembunyikan oleh pelaku. “Para pelaku aka kami kenakan Pidana Pencurian Hasil Hutan Pasal 78 undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan,” katanya.

Saat hendak dimintai keterangan oleh sejumlah awak media, ketiga pelaku hanya menjawab tidak tahu. “Tidak tahu,” ujar BT singkat saat di Polsekta Ungaran. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Keluarga Kunci Membangun Masyarakat

SEMARANG - Perubahan undang-undang sistem pidana peradilan anak di provinsi Bali dengan menggunakan hukum adat masih berlaku dan keberadaannya telah mengakomodir perlindungan anak itu...

Mahasiswa Harus Redam Gejolak

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Mahasiswa sebagai pengemban misi intelektual, bertugas untuk memberikan pemahaman terhadap siapapun. Mahasiswa harus hadir, gotong-royong bersama-sama membangun Indonesia menjadi lebih baik. Hal itu diungkapkan Rektor Universitas...

Tak Segan Ikut Bersih-bersih

RADARSEMARANG.COM - Ia memiliki visi bahwa IAIN bukan hanya sebagai destinasi studi saja, namun juga bisa menjadi destinasi wisata akademik. Karena itu, tujuan perencanaan...

Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis TIK Lebih Efektif

RADARSEMARANG.COM - BOSAN, itulah kata-kata yang terlontar dari sebagian siswa dalam memasuki pembelajaran PPKn. Yakni, ketika proses pembelajarannya hanya berkutat pada buku paket dan...

Melongok Curug Surodipo, Tawangsari Wonoboyo, Temanggung

Banyak cara dilakukan untuk mempromosikan desa wisata beserta potensi lokal kepada masyarakat luas. Seperti dilakukan oleh anggota DPD RI wakil Jawa Tengah, Denty Eka...

Jangan Terpancing Isu Perpecahan

SEMARANG - Sekda Jateng Sri Puryono meminta agar warga tidak terpancing kabar yang berpotensi memicu pecah belah. Pasalnya, salah satu faktor penting dalam pembangunan...