AMANKAN KAYU : Aparat keamanan dari Polres Semarang menunjukkan kayu hasil curian dari hutan Penggaron, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
AMANKAN KAYU : Aparat keamanan dari Polres Semarang menunjukkan kayu hasil curian dari hutan Penggaron, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN–Aparat kepolisian dari Polsek Ungaran berhasil menggagalkan aksi pencurian kayu di hutan Penggaron, Kecamatan Ungaran Timur, Selasa (29/8) kemarin. Dan berhasil mengamankan tiga orang, yakni ST (pembeli), RS (sopir) dan BT (kuli panggul).

Kapolsek Ungaran Kompol, Muh Aslam mengatakan keberhasilannya menggagalkan aksi pencurian tersebut berawal dari laporan beberapa warga sekitar hutan. “Ketiga pelaku semuanya dari Magelang,” kata Aslam.

Selain ketiga pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti yaitu truk nopol AA 1412 NK yang masih bermuatan kayu sonokeling sebanyak 19 batang dengan volume 5.27 meter kubik, tali tambang dan gergaji mesin. Pelaku beraksi mulai Senin (28/8) sore hingga Selasa (29/8) dinihari. “Semua kami amankan di Polsekta Ungaran,” tandasnya.

Menurutnya, pelaku menebang pohon Sonokeling di petak nomor enam hutan Penggaron, lahan milik Perhutani di wilayah administrasi Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur. Suara brisik yang ditimbulkan dalam penebangan diketahui oleh warga setempat dan langsung dilaporkan ke Polsekta Ungaran. “Kayunya dipotong mulai sore hingga Selasa dinihari. Pelaku kami tangkap saat perjalanan hendak dibawa ke Magelang,” tuturnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman keterangan pelaku. Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah ada keterlibatan pelaku lain. Termasuk kemungkinan keterlibatan oknum di internal Perhutani. “Kami akan menelusuri, apakah ada pihak tertentu yang terlibat. Sementara kami dalami keterangan ketiga pelaku,” katanya.

Keterlibatan oknum Perhutani dimungkinkan terjadi. Mengingat akses masuk hutan tersebut harus melalui izin dari pihak Perhutani. Pohon yang ditebang oleh pelaku bernilai ekonomi tinggi. Karena perbuatan pelaku, negara dirugikan hingga Rp 50 juta. Meski begitu, pihak kepolisian menyelidiki apakah masih ada kayu lain yang disembunyikan oleh pelaku. “Para pelaku aka kami kenakan Pidana Pencurian Hasil Hutan Pasal 78 undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan,” katanya.

Saat hendak dimintai keterangan oleh sejumlah awak media, ketiga pelaku hanya menjawab tidak tahu. “Tidak tahu,” ujar BT singkat saat di Polsekta Ungaran. (ewb/ida)