Potensi eks TKI Belum Tergarap

272
SEMARAK: Tim juri sedang menilai kebersihan, kesehatan dan keindahan di Desa Krasak (Ahmad Zainudin/jawa pos radar kedu).
SEMARAK: Tim juri sedang menilai kebersihan, kesehatan dan keindahan di Desa Krasak (Ahmad Zainudin/jawa pos radar kedu).

WONOSOBO – Ibu-ibu eks Tenaga Kerja Indonesia, warga Desa Krasak, Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo tampak antusias meramaikan perayaan HUT ke-72 Kemerdekaan. Hal tersebut terlihat ketika mereka turut berpartisipasi dalam lomba Kebersihan, Kesehatan dan Keindahan (K3) antardukuh yang digelar, Senin (28/8).

Kepala desa Krasak Supinah mengatakan, lomba K3 tersebut ditujukan sebagai wadah kreativitas khususnya para perempuan yang ada di masing-masih dukuh. Bahkan tidak hanya keindahan lingkungan yang dinilai juri. Makanan olahan berbahan baku hasil pertanian, turut dilombakan. Di antaranya nasi tumpeng, klepon, cenil, lopis, tempe kemul, dadar gulung dan kreasi olahan lain. Semua dihias semenarik mungkin.

Latar belakang diadakan berbagai lomba kreasi makanan karena industri rumahan di desanya kerap lesu meski warga telah mahir membuat produk. Kendalanya ada pada pemasaran. Padahal, desa yang terdiri dari 4 dusun itu kerap menggelar pelatihan. “Harapan kami, adanya banyak pelatihan bisa menurunkan tingkat warga yang keluar negeri. Sayang ketika warga sudah bisa buat produk penjualannya kerap mengalami kebuntuan,” kata Supinah.

Salah satu panitia, Ahmad Kholil mengaku sangat terkesan atas antusiasme warga dalam perayaan tersebut. Namun di sisi lain, ia mengungkapkan keprihatinan atas potensi ibu-ibu rumah tangga yang belum dapat tersalurkan. “Di sini sebenarnya kaya akan potensi, namun karena kurangnya pengetahuan kami, potensi tersebut belum dapat optimal tersalurkan. Oleh karena itu, perhatian pemerintah sangat kami butuhkan,” harapnya. (cr2/ton)