PKB Buka Penjaringan

525
JARING CALON PEMIMPIN: Pengurus DPC PKB Kabupaten Magelang membuka pendaftaran penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati di kantor DPC PKB, kemarin (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU).
JARING CALON PEMIMPIN: Pengurus DPC PKB Kabupaten Magelang membuka pendaftaran penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati di kantor DPC PKB, kemarin (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU).

MUNGKID—Penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati juga dilakukan oleh DPC PKB Kabupaten Magelang. Meski tidak bisa mengusung sendiri calonnya, partai berlambang bumi bintang ini menyebut langkah itu sebagai bagian proses politik.

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Magelang, Sukur Ahadi, mengatakan, penjaringan resmi dibuka pada 29 Agustus sampai 6 September 2017. Keputusan ini merupakan tindaklanjut dari surat DPP PKB Nomor 23248/DPP-03/VII/2017. Yakni, tentang instruksi persiapan Pilkada serentak 2018.

”Kita buka pendaftaran juga untuk umum. Siapapun bisa mendaftarkan diri, asal memenuhi syarat yang sudah ditetapkan,” kata Sukur di sela-sela launcing pendaftaran bakal calon bupati-wakil bupati di sekretariat DPC PKB Kabupaten Magelang di Blondo Kecamatan Mungkid.

Hadir dalam kegiatan tersebut, pengurus DPC PKB Kabupaten Magelang dan sejumlah elite partai di Kabupaten Magelang. Di antaranya, Ketua DPC PDI Perjuangan, Saryan Adiyanto, Ketua DPC Gerindra, Suharno MM, Ketua DPD PKS, Abdul Azis dan Ketua DPC Demokrat Isti Wahyuni. Juga Ketua Desk Pilkada PAN, Ulhadi.

Sukur mengatakan, pembukaan penjaringan bacabup dan bacawabup merupakan tahapan yang wajib dilakukan PKB. Sedangkan keputusan tentang rekomendasi ada di DPP PKB.

Ketua DPC PKB Kabupaten Magelang, Suwarsa mengatakan, penjaringan bakal calon sebagai salah satu tahapan normatif yang harus dilakukan. ”Kita sadari hanya punya sembilan kursi dan ini bagian dari proses politik yang harus dilakukan PKB.”

Terkait pendaftaran tujuh kader termasuk dirinya di DPC PDI Perjuangan, Suwarsa mengatakan hal itu bukan bagian dari koalisi. ”Itu bagian proses politik merasa bahwa PKB tidak mungkin berdiri sendiri dan mengusung sendiri.”

Menurut Suwarsa, wewenang menentukan koalisi ada di tangan DPP PKB. ”Sama dengan PDI Perjuangan kemarin adalah bagian proses politik yang sedang kita lakukan. Kita kemarin diberi ruang di PDIP kita sangat apresiasi.”

Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Magelang KH Salamun Muklas menambahkan, untuk menjadi pemimpin, harus dewasa dan tidak kekanak-kanakan. “Tidak suka mengabaikan tanggung jawab dan tidak menerima suap.” (vie/isk)