33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Perbaiki Kualitas Pendidikan PAUD

IbM Dilakukan Dosen PG PAUD UM Magelang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MAGELANG—Kegiatan pengabdian masyarakat terus dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang. Salah satunya, perbaikan kualitas sejumlah tempat pendidikan anak (TPA) di Kota Magelang melalui skim Iptek Bagi Masyarakat (IbM). Kegiatan ini dimotori oleh Purwati, dosen PG PAUD FKIP UM Magelang. Program ini didanai Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Dikti tahun 2017.

IbM diterapkan di Yayasan Ibu dan TPA Rumah Teman Anak di Kota Magelang. Purwati bekerja sama dengan Dr. Muhammad Japar, M.Si, Kons, dosen Prodi Bimbingan Konseling (BK) FKIP UM Magelang. Purwati mengawali kegiatan dengan melakukan pemetaan tiga permasalahan. Yakni, SDM yang belum kompeten, sarana-prasana pembelajaran, dan bermain yang kurang memadai. Serta, manajemen adiministrasi dan keuangan yang belum memenuhi standar pengelolaan yang baik.

Bersama Japar, Purwati lalu menerapkan model pemberdayaan masyarakat partisipatif Participatory Rural Apraisal (PRA). “Metode ini dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa yang mempunyai atau menghadapi masalah adalah mitra. Karena itu, keterlibatan mitra dalam penentuan pemecahan masalah yang dihadapi dan penyelesaiannya, sangat diperlukan.”

Dua doktor itu lantas menerapkan tiga tahap metode. Yaitu: persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan. Purwati menjelaskan, tahap persiapan dimulai dengan sosialisasi kegiatan, persyaratan menjadi pengasuh atau pendamping TPA, dan manajemen TPA. Termasuk, manajemen administrasi dan keuangan.

Tahap kedua, kegiatan pelatihan dan pendampingan. Pada tahap ini, beberapa kegiatan pelatihan dan pendampingan dilakukan. Adapun tahap terakhir, penyusunan laporan kemajuan, artikel ilmiah untuk keperluan publikasi, laporan akhir, dan draf buku ajar. Beberapa pihak dilibatkan untuk memberikan informasi tentang mitra yang perlu dilakukan pembinaan dan pendampingan. Serta, upaya-upaya yang telah dilakukan dalam rangkaian pengembangan TPA.

Mitra tersebut adalah Himpaudi yang bersama-sama dengan tim pengusul melakukan pendampingan. Juga pembinaan kepada TPA mitra. Purwati berharap, output dari kegiatan tersebut adalah menghasilkan tenaga pengasuh dan pendidik yang kompeten. Yakni, berkompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial, dan tersedianya kurikulum pengasuhan anak yang mengacu pada regulasi pemerintah. Yaitu, kurikulum 2013 dan berbasis pada budaya lokal.

Juga tersedianya sarana-prasarana bermain dan belajar untuk optimalisasi perkembangan anak. “Yang tidak kalah penting adalah menghasilkan draf buku ajar tentang model pembelajaran anak usia dini yang di dalamnya mengupas berbagai hal tentang TPA.” (sct/vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sediakan Ruang Khusus Anak

RADARSEMARANG.COM - KEPALA Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah, Djoni Priyatno, mengatakan, aturan terkait penempatan pelaku pidana anak di bawah...

Ide Muncul saat Melihat Hasil Panen Dibuang karena Busuk

Dr Muhammad Nur DEA selalu berpikir bahwa ilmu pengetahuan, sains dan teknologi harus bisa membantu masyarakat. Dosen Universitas Diponegoro (Undip) ini pun membuat inovasi...

Konsep Ekosistem dalam Jelajah Alam Sekitar

RADARSEMARANG.COM - EKOSISTEM merupakan materi kelas VII. Ekosistem merupakan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Materi ekosistem mencakup komponen ekosistem yang berupa biotik dan...

Sertifikat Halal Bisa Tingkatkan Kepercayaan

WONOSOBO - Bupati Wonosobo Eko Purnomo memberikan sertifikat halal kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Penyerahan sertifikat dilakukan bersamaan dengan digelarnya Festival...

Yayasan Pendidikan Kesatrian 67 Rayakan HUT

SEMARANG - Puncak peringatan HUT Yayasan Pendidikan Kesatrian (YPK) 67 ke-50 berlangsung meriah. Ratusan tamu undangan dalam suasana penuh kegembiraan memenuhi Plaza Masjid Agung...

Tol Dibuka sampai Batang

SEMARANG - Jalan tol Pantura Jateng dipastikan bisa beroperasi secara fungsional untuk arus mudik Lebaran 2017 mendatang. Ruas tol yang sudah bisa difungsikan di...