Pengelolaan Polder Banger Berbasis Masyarakat

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG- Pengelolaan sistem Polder Banger dan Kota Lama menjadi salah satu fokus perhatian Pemerintah Kota Semarang. Hal inilah yang mendorong Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kota Semarang menyelenggarakan seminar bertema “Sosialisasi Pengelolaan Sistem Polder Banger dan Kerjasama Penataan Sistem Manajemen Air dan Kawasan Kota Lama”, di Gedung Moch Ikhsan, Senin (28/8) lalu.

Ada empat narasumber yang dihadirkan, diantaranya Mr. J. Helmer dari van Schieland en de krimpenerwaard-Belanda, Ketua Pusat Studi Bencana LPPM Universitas Diponegoro Suseno Darsono, Dinas PU Kota Semarang Kumbino dari, dan Titien Soendowo dari Hotel Horizon.

Polder Banger yang dibangun melalui kerjasama Pemerintah Kota Semarang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat mulai tahun 2017 sudah berjalan, masyarakat bisa merasakan keuntungannya. “Namun ada satu permasalahan yang belum bisa dikelola setelah dibangun polder ini yakni terkait perawatan dan operasional Polder Banger supaya aset ini tetap awet dan terjaga keberlangsungannya,” tutur Suseno Darsono.

Suseno pun menyarankan pemkot untuk sesegera mungkin mengambil langkah kebijakan guna mengurai persoalan tersebut. Salah satunya menerapkan pengelolaan polder banger berbasis masyarakat.

Dengan berbasis masyarakat ada keuntungan yang didapatkan Pemerintah Kota Semarang. Yaitu masyarakat bisa mengontrol pelaksanaan kebijakan di wilayahnya, selain itu masyarakat di wilayah polder mendapat manfaat dan kepentingan masyarakat dalam pengelolaan polder dapat lebih tersalurkan.

“Langkah awal yang bisa dilakukan dengan iuran masing-masing rumah yang lokasinya di wilayah kawasan Polder Banger melalui komunitas Badan Pengelola Polder Banger Sima (BPP SIMA) dengan besaran tergantung kesepakatan bersama. Hasil iuran tersebut kemudian bisa digunakan untuk pemeliharaan dan pengelolaan Polder Banger,” tandas Suseno.

Sementara Kepala Bappeda Kota Semarang, Bambang Haryono menyampaikan bahwa sistem polder dibangun sebagai upaya meminimalisir banjir dan rob di daerah timur. Sebelum dibangun polder, masyarakat di daerah sana sering mengalami gangguan pada pengembangan ekonomi daerah secara signifikan.

“Untuk itu salah satu kebijakan yang dibuat adalah memilih sistem polder perkotaan di Semarang, di mana merupakan hasil dari kerja sama antara pihak pemerintah Indonesia dengan kerajaan Belanda, yang tertuang dalam penandatanganan Technical Agreement pada tanggal 18 Februari 2013,” jelas Bambang Haryono.

Dalam pengelolaan Polder Banger, pemkot telah membentuk lembaga yang bernama Badan Polder Banger Sima (BPP SIMA) yang bertugas membantu pemerintah dalam penanganan khususnya rob dan banjir di wilayah Semarang Timur.

Sementara terkait dengan Kota Lama, Bambang mengatakan bahwa sistem drainase menjadi salah satu faktor penting guna mendorong keberhasilan agar kota lama bisa menjadi warisan The World Heritage oleh UNESCO tahun 2020. (amu/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -