Klaster Naraya  Terjual 30 Persen

158
MERIAH: Masyarakat antusias mengikuti senam sehat di BSB City (TRI SUTRISTYANINGSIH/JAWA POS RADAR SEMARANG).
MERIAH: Masyarakat antusias mengikuti senam sehat di BSB City (TRI SUTRISTYANINGSIH/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Perumahan Bukit Semarang Baru (BSB) kembali memperkenalkan klaster Naraya. Perumahan pertama  yang memiliki konsep Japanese (gaya Jepang) ini sangat cocok dengan kondisi alam di Indonesia yang beriklim tropis.

“Suasananya tenang, sejuk, dan nyaman, sangat cocok untuk para pengusaha yang membutuhkan kenyamanan dan ketenangan. Konsep rumah yang hanya ada satu di Jawa Tengah sangat disukai masyarakat. Terbukti, dari 96 unit yang ditawarkan, 30 persen sudah terjual, ” jelas Sales and Marketing Manager BSB City, Harry Setiawan, kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Klaster Naraya kini sedang dalam tahap pembangunan fasilitas umum, gerbang depan dan rumah contoh. Ada satu unit rumah contoh, yakni tipe Akasa yang memiliki luas bangunan (LB)130 meter persegi dan luas tanah (LT) 210 meter persegi.

Tipe Akasa merupakan satu di antara tiga tipe yang ditawarkan kepada konsumen, yakni tipe Inari dan Kamala. Tipe Inari memiliki LB 80 / LT 120, dan tipe Kamala LB 170/LT 228, yang ditawarkan mulai harga Rp 1 miliar hingga Rp 2,3 miliar.

Guna menarik minat masyarakat, BSB City setiap minggu mengundang masyarakat untuk mengikuti berbagai acara atau lebih dikenal dengan BSB City Sunday Morning. Ribuan warga meramaikan kegiatan BSB City Sunday Morning untuk sekadar berburu kuliner, mengikuti berbagai lomba, dan yang penting mengikuti senam demi menyehatkan tubuh.

Manager Marketing dan Komunikasi BSB City, Luvi Widya, menambahkan, antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan tersebut sangat besar. Selain untuk melihat rumah contoh, masyarakat bisa mengikuti berbagai lomba sekaligus wisata kuliner.

“Peserta yang datang antusiasnya sangat besar. Tidak hanya dari Kota Semarang, tetapi juga daerah lain, seperti Kudus, Kendal dan lainnya. Kami bahkan harus menambah tenda karena jumlah peserta mencapai 1.000 orang lebih,” tutur Luvi.

Ia mencontohkan, lomba mewarnai awalnya ditargetkan sekitar 150 orang, ternyata yang mendaftar mencapai 250 orang. Kemudian, lomba aerobik yang ditargetkan 15 regu, ternyata yang mendaftar  lebih dari 20 regu.

“‎Hadiah yang kami berikan jutaan rupiah, dan doorprize yang kami bagikan pun banyak. Rencananya kegiatan ini akan digelar rutin seperti  keramaian car free day (CFD) di Jalan Pahlawan‎, Semarang,” jelasnya. (tya/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here