Kecelakaan Karambol, 5 Tewas

Truk Kontainer Alami Rem Blong

838
MACET: Warga mengerumuni peti kemas yang menghantam rumah warga di depan pabrik Apac Inti Corpora, Bawen, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
MACET: Warga mengerumuni peti kemas yang menghantam rumah warga di depan pabrik Apac Inti Corpora, Bawen, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN–Kecelakaan karambol terjadi di Jalan Soekarno-Hatta (Jalan Semarang – Solo), tepatnya di depan Pabrik Apac Inti Corpora, Bawen, Kabupaten Semarang, Selasa (29/8) sekitar pukul 13.45.  Kecelakaan yang melibatkan truk kontainer bernopol H 1636 BP, truk pengangkut kayu bernopol H 1578 RG, mobil boks bernopol H 1847 HD, serta 8 sepeda motor tersebut menyebabkan lima orang tewas, dan puluhan orang terluka. Para korban dilarikan ke Rumah Sakit Ken Saras.

Pemilik warung sembako di depan Pabrik Apac Inti, Lina, 48, mengaku masih shock mengetahui kecelakaan dahsyat tersebut. “Tadi terdengar bunyi keras ‘duarrrr’, lalu saya lihat ada truk (kontainer) yang berjalan sendiri, posisinya miring. Dari arah turunan Bawen (Solo) ke arah sini (warungnya),” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Melihat truk trailer yang membawa peti kemas melaju ke arah warungnya, ia pun berusaha menyelamatkan diri. “Saya kaget lalu lari. Pikiran saya lari ke jembatan penyeberangan (depan Pabrik Apac Inti),” ujarnya.

Beruntung, peti kemas tersebut tidak sampai menghantam warung miliknya. Laju peti kemas tersebut terhenti oleh bangunan yang letaknya hanya 2 meter dari warungnya. “Saya tidak tahu kejadian persisnya, yang saya pikir hanya untuk menyelamatkan diri. Ini kaki saya masih ngewel (gemetaran),” ucapnya dengan wajah trauma.

Dalam kecelakaan tersebut, setidaknya melibatkan tiga truk dan delapan sepeda motor. Akibat hantaman peti kemas yang lepas dari bodi truk trailer, sedikitnya lima rumah mengalami rusak berat. Selain itu, satu tiang listrik juga roboh diterjang peti kemas.

Sopir truk pengangkut kayu, Rohmad, 35, menjelaskan, jika truk kontainer tersebut menabraknya dari belakang, yakni dari arah Bawen menuju Ungaran. “Truk saya terus terdorong dan akhirnya menghantam warung es degan. Untungnya warung dalam kondisi sepi,” katanya. Akibatnya, muatan kayu berantakan di jalan.

Rohmad menduga, trailer pengangkut peti kemas itu mengalami rem blong saat melaju di turunan Bawen. Setelah menghantam warung es degan, lanjutnya, ia juga menghantam mobil boks hitam yang tengah melaju dengan kecepatan rendah di depannya.

“Kemudian mobil boks juga menabrak warung. Setelah itu, saya tidak tahu kejadiannya sampai akhirnya truk tronton terguling dan menabrak bangunan yang ada di depan Pabrik Apac Inti,” ujarnya.

Kejadian itu pun langsung menyita perhatian warga. Arus lalu lintas Solo-Semarang sempat macet total. Para korban terluka dan tewas langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ken Saras. Tercatat, ada 11 korban yang dibawa ke RS Ken Saras. Rata-rata korban adalah pengendara motor yang ikut tertabrak.

Humas RS Ken Saras, Elsih Listanti, mengungkapkan dari 11 orang korban laka maut tersebut, lima di antaranya tewas. “Tiga yang meninggal belum diketahui identitasnya,” kata Elsih.

Ke-11 korban yang dibawa ke RS Ken Saras, di antaranya, Teguh Mujiono, 58, warga Tambak Boyo RT 05 RW 01, Kecamatan Ambarawa; Sriyono, 32, warga Jalan Jati Raya No 29 Banyumanik, Kota Semarang; Arafik, 41, warga Kabupaten Kendal, dan  Sumiyati, 53, warga Tambak Boyo RT 05 RW 01 Kecamatan Ambarawa. Selain itu, Anto Sulistyo, 32, warga Sendang RT 05 RW 01 Kecamatan Beringin, dan  Udi Triyanto, 31, warga Mijen, Kota Semarang.

Sedangkan dua dari lima korban tewas, yakni Zamzinah, 72, warga Merak Rojo RT 01 RW 06, Kecamatan Bawen dan Johan Wijaya, warga Tambak Boyo, Kecamatan Ambarawa. “Tiga korban meninggal lainnya belum diketahui identitasnya. Yakni, dua laki-laki dan satu perempuan,” jelas Elsih.

Dikatakan, dari korban yang selamat, semuanya mengalami luka berat di bagian kaki.

Kapolres Semarang AKBP V Thirdy Hadmiarso dan Kasat Lantas Polres Semarang AKP Dwi Nugroho yang berada di lokasi kejadian masih enggan memberikan komentar resmi, karena masih melakukan olah TKP. Untuk mengevakuasi peti kemas yang terperosok hingga merobohkan beberapa rumah warga, pihak kepolisian menggunakan satu beghu dan satu truk pemadam kebakaran. Sekitar pukul 18.59 kemarin, proses evakuasi peti kemas baru dilakukan.

Pihak kepolisian memberikan pembatas police line di area lokasi kecelakaan. Akibatnya, arus lalulintas dari kedua arah terganggu. Kemacetan baik dari arah Bawen maupun Ungaran mengular hingga sejauh lima kilometer. (ewb/aro)