Cetak Personel Profesional dan Berkarakter

272
PEMBARETAN: Puluhan bintara muda dari Satuan Sabhara Polreatabes Semarang saat menjalani pembaretan (Agus Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang).
PEMBARETAN: Puluhan bintara muda dari Satuan Sabhara Polreatabes Semarang saat menjalani pembaretan (Agus Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang).

SEMARANG – Sebanyak 75 bintara muda dari Satuan Sabhara Polrestabes Semarang menjalani pembaretan. Tradisi ini digelar bertujuan untuk mencetak personel Polri yang profesional dan berkarakter.

Puluhan bintara ini terdiri dari 74 polisi laki-laki dan satu polisi wanita (Polwan). Prosesi pembaretan tersebut telah berlangsung sejak tanggal 7 sampai 26 Agustus 2017. Mereka telah menjalani berbagai rangkaian kegiatan pelatihan seperti mounting, cross country, pengepungan kampung, CQB dan long mars.

Kasat Sabhara Polrestabes Semarang AKBP Bambang Yugo, mengungkapkan kegiatan pembaretan merupakan agenda rutin yang dilakukan satuannya setiap ada anggota baru.

“Pembaretan ini adalah rangakaian puncak dari kegiatan pelatihan peningkatan kemampuan pembentukan karakter untuk bintara muda atau brigadir polisi di satuan kami. Tradisi ini kami gelar rutin,” ungkapnya di Mapolrestabes Semarang kemarin.

Yugo menjelaskan, lokasi kegiatan pembaretan yang digelar berpindah-pindah. Setidaknya ada delapan aspek materi yang dijalani para anggota baru ini. Delapan aspek materi tersebut antara lain Dalmas PBB, SAR Terbatas.

“Kemudian pertolongan pertama gawat darurat, bela diri, pengetahuan fungsi Sabhara dan pengetahuan satwa kuda dan anjing, kemudian disertai outbond,” terangnya.

Terpisah, Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah untuk mengenalkan dan memberikan pembekalan kepada para bintara remaja dalam menjalankan tugas.

“Mereka sebelumnya tidak tahu cara dan bagaimana melakukan tugas sebagai anggota Sabhara. Pekerjaan mereka penuh tantangan, maka dengan pelatihan ini mereka tidak kaget saat menghadapinya,” ujarnya.

Suwarna berharap setelah mengikuti pelatihan, mereka menjadi sosok polisi sesuai dengan yang diharapkan. Sigap dalam bertugas, peka terhadap lingkungan dan tidak melakukan kesalahanan yang merurigakan orang lain, diri senditi atau satuan.

“Dengan pelatihan yang ditutup pembaretan ini para bintara remaja itu akan lebih peka, mengetahui tugas-tugasnya. Diharapkan juga menjadi polisi yang bisa mengayomi dan diandalkan untuk bangsa dan negara,” pungkasnya. (mha/zal)