Berbaur dengan Warga, Diajak Blusukan ke Kampung

Kampung Tidar Campur Laris Dikunjungi Wisatawan

410
DIKUNJUNGI TURIS: Kampung Tidar Campur, Kota Magelang, Senin (28/8) lalu, dikunjungi turis asal Belgia. Mereka tertarik dengan keindahan warna-warni tembok rumah warga seperti Kampung Pelangi (SUGIARTO UNTUK JAWA POS RADAR KEDU).
DIKUNJUNGI TURIS: Kampung Tidar Campur, Kota Magelang, Senin (28/8) lalu, dikunjungi turis asal Belgia. Mereka tertarik dengan keindahan warna-warni tembok rumah warga seperti Kampung Pelangi (SUGIARTO UNTUK JAWA POS RADAR KEDU).

Kampung Tidar Campur dikejutkan dengan kedatangan satu keluarga turis asal Belgia, Senin (28/8) lalu. Mereka penasaran dengan keberadaan Kampung Pelangi di Kota Magelang itu, setelah sebelumnya empat turis asal Prancis, juga berkunjung.

AGUS HADIANTO, Magelang

KETUA RW 01 Tidar Campur, Sugiarto, membenarkan kampungnya baru mendapat kunjungan satu keluarga turis dari Belgia. Ketika berada di Kampung Tidar Campur, turis berfoto ria di depan rumah warga yang sudah dicat warna-warni menyerupai Kampung Pelangi.

“Mereka tampak berbaur dengan masyarakat setempat dan sedikit berbincang, ketika menemui warga yang tengah melintas. Saat menanyakan, keluarga asal Belgia itu bernama Dellatie. Mereka berkunjung ke Indonesia untuk melihat dan menapaki Candi Borobudur,” kata Sugiarto.

Sugiarto menjelaskan, di sela perjalanan menuju Jogjakarta, Dellatie tertarik untuk mengunjungi Kampung Tidar Campur, Kota Magelang. Sebab, rekannya lebih dulu ke sana.

Bule yang memiliki dua anak itu, kata Sugiarto, terheran-heran sekaligus kagum dengan pemandangan asri di Kampung Tidar Campur. “Menurut Dellatie, kampung ini begitu indah. Ada aliran sungai dan tatanan pohon tinggi menjulang, membuat kawasan ini seperti taman di tengah perkotaan. Mereka selalu bilang istimewa.” Oleh warga, mereka diajak keliling kampung,

Kedatangan turis ke Tidar Campur, menurut Sugiarto, bukan kali pertama ini saja. Setiap akhir pekan, tambah Sugiarto—meski tidak banyak—selalu ada yang datang ke Tidar Campur. Turis asal Eropa mendominasi kunjungan. Mereka rata-rata menyempatkan diri setelah lebih dulu datang ke Candi Borobudur. “Mereka juga tertarik mengunjungi sentra usaha tahu dan bersantai di dekat Jembatan Merah Kali Elo.”

Sedangkan turis asal Belgia yang datang pada Senin (28/8) lalu, berfoto-foto di depan mural yang dibuat warga. Turis kagum dengan warga Tidar Campur, karena masih erat kegotong-royongannya, ramah-ramah, dan banyak sentra ekonomi. “Mungkin itu yang membuat mereka tertarik datang ke kampung kami.”

Sedangkan wisatawan lokal, Arif Setiawan, 30, warga asal Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, mengaku penasaran dengan Kampung Pelangi di Kota Magelang. “Ternyata bagus dan indah. Banyak rumah yang dicat warna-warni lengkap dengan gambar dan ornamen.” (*/isk)