60 Panti Asuhan Belum Terdaftar, Bantuan Tak Cair

395
SERU: Sejumlah anak panti asuhan antusias saat mengikuti lomba holahob dalam acara peringatan Hari Anak Nasional di kawasan Maerokoco, kemarin (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang).
SERU: Sejumlah anak panti asuhan antusias saat mengikuti lomba holahob dalam acara peringatan Hari Anak Nasional di kawasan Maerokoco, kemarin (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang).

SEMARANG—Sebanyak 60 panti asuhan belum terdaftar di Pemkot Semarang. Kondisi tersebut membuat  alokasi bantuan tidak bisa cair. Oleh karena itu pihak pengelola diminta mendaftarkan panti asuhannya ke Pemkot Semarang.

Sangat disayangkan jika bantuan tersebut tidak bisa dicairkan, mengingat selama ini pemkot telah mengalokasikan anggaran untuk bantuan panti asuhan. Dengan catatan panti yang sudah terdaftar, dalam hal ini tercatat di Dinas Sosial (Dinsos).

“Saat ini ada aturan baru meskipun tidak terdaftar di Kemenkumham tetapi sudah terdaftar di Pemkot Semarang bisa terlayani dan bisa mendapatkan bantuan,” ungkap Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Imam Mardjuki dalam acara peringatan hari anak Naisonal di komplek Maerokoco Semarang. Kegiatan dihadiri ratusan anak panti asuhan, perwakilan Among Jiwo, Kepala Dinas Sosial, serta Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

Imam Marzuki menambahkan selama ini pemberian bantuan tersebut terganjal aturan, salah satunya belum terdaftar di Pemkot Semarang. Menurutnya, pendaftaran panti asuhan tidak secara satu persatu tetapi bisa dilakukan secara kolektif. “Pemkot Semarang telah mengalokasikan bantuan melalui APBD. Besaran bantuan juga bisa meningkat, jika memang bisa terserap optimal,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Tommy Y Said berharap pihak pengelola mendaftarkan segera panti asuhannya ke pemkot. Pihaknya akan mengucurkan bantuan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan. “Kami cairkan sesuai data yang ada. Bantuan tidak bisa cair ketika panti itu belum terdaftar di pemkot,” tandasnya.

Sementara itu, dalam acara tersebut juga digelar berbagai lomba, seperti lomba holahob, menari, membuat hasilkarya dari barang bekas serta lomba menari. Mereka nampak bersukaria merayakan hari Anak Nasional tingkat Kota Semarang di area Maerokoco Semarang. (hid/zal)