Persibat Tunggu Sidang Komdis

Persijap Menolak Lanjutkan Tanding

1510
PROTES : Pertandingan lanjutan Liga 2 Grup 3 antara Persijap DA Persibat berlangsung panas. Pemain Persijap memutuskan berhenti bertanding di menit akhir pertandingan, karena tidak terima dapat pinalti (Dok Humas Persibat).
PROTES : Pertandingan lanjutan Liga 2 Grup 3 antara Persijap DA Persibat berlangsung panas. Pemain Persijap memutuskan berhenti bertanding di menit akhir pertandingan, karena tidak terima dapat pinalti (Dok Humas Persibat).

JEPARA-Terkait aksi mogok pemain Persijap dalam lanjutan Liga 2 Indonesia grup 3 saat menghadapi Persibat Batang di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Minggu (27/8) kemarin, manajemen Persibat menunggu status pertandingan tersebut dari sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI dan PT LIB(Liga Indonesia Baru).

“Kami cukup menyesalkan kejadian tersebut. Namun terkait hasilnya, kami menunggu sidang Komdis. Kami akan mematuhi apapun keputusan dari Komdis dan PT LIB,” kata Media Officer Persibat Batang, Ali Mahmudi, Senin (28/9) kemarin.

Ditambahkan Ali, dari laporan PP (Pengawas Pertandingan), Persijap secara resmi menolak melanjutkan pertandingan di menit babak tambahan waktu. Karena kecewa, dengan alasan keputusan wasit tak berpihak pada tim Persijap Jepara.

Permasalahan tersebut bermula, saat salah satu pemain Persijap Jepara melanggar pemain Persibat Isaac Djober di dalam kotak pinalti di menit ke 90+2. Tanpa pikir panjang, wasit asal Malang, Supriawan mengganjar pemain Persijap Syarif Wijayanto dengan kartu kuning dan menunjuk titik putih. Padahal saat itu, Persijap sudah unggul 2 gol atas Persibat Batang.

Dan hukuman pinalti para pemain Persijap serta officialnya langsung memprotes keputusan wasit sehingga menyebabkan berhentinya pertandingan. Kondisi semakin tidak kondusif setelah beberapa suporter Persijap masuk ke lapangan dan menyalakan flare. Kendati begitu, masih bisa dikendalikan oleh pihak keamanan.

Setelah keamanan bisa kondusif, akhirnya wasit memutuskan untuk melanjutkan pertandingan dengan pinalti. Walaupun tim Persijap tetap bersikukuh untuk tidak melanjutkan pertandingan. Para pemain menolak memasuki lapangan pertandingan, untuk melanjutkan proses pinalti.

Kondisi diperparah dengan banyaknya suporter Persijap yang memasuki lapangan serta mengejar wasit. Sehingga Pengawas Pertandingan, memutuskan pertandingan dihentikan lantaran tim Persijap tak berkenan melanjutkan pertandingan.

Ali menjelaskan, sampai kini pihaknya belum ada kejelasan tentang skor akhir pertandingan. Jika dilihat dari peraturan yang ada, jika salah satu klub tidak berkenan melanjutkan pertandingan padahal waktu masih tersisa, bisa dikenakan hukuman kalah WO 3-0. “Kami masih menunggu hasil sidang, mungkin kalau tidak, Rabu atau Kamis sudah ada keputusan,” ujar Ali.

CEO Persibat, Dhedy Irawan menambahkan bahwa saat pertandingan, para pemain bermain baik di babak pertama. Bahkan bisa menjebol dulu gawang Persijap di menit 28 oleh Hapidin. Namun karena lengah, pada menit 51 Oropka menyeimbangkan skor, bahkan Oropka menambahkan gol di menit 62, sehingga skor 2-1 untuk Persijap.

“Pemain kami di babak 1 bisa memanfaatkan peluang dengan baik. Tapi di babak ke-2, lengah sehingga kecolongan dua gol yang semestinya tidak perlu terjadi andaikata pemain sigap dan mengantisipasi. Atas hasil ini, kami menunggu mukjiat untuk lolos 16 besar,” ujar Dedhy. (han/ida)