BERPRESTASI : Kepala DinpermadesP2Kb M Ridwan bersama pasangan Guta Genre Demak Bella Vican Wahyuningsih dan M Nasir, kemarin (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BERPRESTASI : Kepala DinpermadesP2Kb M Ridwan bersama pasangan Guta Genre Demak Bella Vican Wahyuningsih dan M Nasir, kemarin (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

DEMAK-Pasangan Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Demak berhasil menyabet juara 1 dan juara 2 lomba tingkat Provinsi Jateng yang digelar BKKBN di Semarang. Keduanya adalah Bella Vican Wahyuningsih dan M Nasir.

Bella yang kini masih menempuh kuliah di prodi keperawatan D3 Unissula terpilih sebagai juara 1 setelah memaparkan hasil penelitiannya selama ini. Ia mengusung tema Gerakan Sembilan Malam. Dalam gerakan ini, ia meneliti soal banyaknya pemuda dan pemudi Kota Demak yang suka keluar rumah malam hari, utamanya setelah pukul 21.00.

Dalam survei yang dilakukan dengan pendekatan dari hati ke hati, para pemuda yang suka keluar malam, selain ada yang berpacaran atau kencan dengan pasangannya, juga ada yang sekedar bermain-main. Dua lokasi yang menjadi sasaran survei adalah Alun-Alun Kota Demak dan deretan tepi jalan depan SMPN 5 dan sekitarnya.

“Ada yang berterus terang, adapula yang malu-malu mengungkapkan tujuan keluar malam. Kali pertama saya sapa, ada yang justru lari. Karena itu, kemudian mereka saya dekati dengan pelan-pelan agar mau diajak bicara. Sembari membawa stofmap, saya sempat menyamar sebagai mahasiswa. Akhirnya, mereka mau terbuka bicara,” kata alumnus SMAN 3 Demak yang sudah aktif di pusat informasi konseling (PIK) sekolahan ini.

Menurutnya, di Alun-Alun juga ditemukan komunitas geng, tapi memiliki aktivitas positif dan mau menjalani tes VCT. “Saya juga menemukan pemuda mirip anak punk sedang berkegiatan di bawah tiang bendera di Alun Alun. Mereka berdiri melingkar yang di tengahnya ada jajanan, rokok dan botol (miras). Saya sempat tanyai mereka bilang hanya kumpul kumpul bersama,” ujar dia.

Menurutnya, gerakan yang dilakukannya tersebut sebagai bentuk inovasi untuk ikut mengatasi remaja atau pemuda yang suka keluar malam hari. “Kami berikan sosialisasi agar mereka tidak terjerumus ke dalam lembah hitam,” katanya.

Berbeda dengan M Nasir. Pemuda asal Desa Jali, Kecamatan Bonang ini meraih juara 2 tingkat provinsi setelah memaparkan soal deklarasi anti radikalisme dan anti narkoba. “Saya fokus melakukan salam Genre. Yaitu, katakan tidak pada pernikahan dini, seks pranikah dan napza. Dalam kegiatan anti narkoba ini, kami sempat berkoordinasi dengan para pecinta alam untuk ikut mengampanyekan anti narkoba,” katanya.

M Nasir menambahkan, kegiatan lain yang dilakukan adalah mensosialisasikan anti narkoba kepada para santri pondok pesantren di Demak. “Kami diskusi bersama remaja,” jelas dia.

Kepala DinpermadesP2KB Pemkab Demak, M Ridwan mengatakan, untuk Bella yang juara 1 selanjutnya akan ikut lomba Genre tingkat nasional di Bali pada Oktober mendatang. “Kami senang duta Genre Demak menang tingkat Jateng, tapi disisi lain kita juga dihadapkan pada persoalan nyata di masyarakat. Yaitu, masih maraknya pernikahan dini, banyaknya remaja yang tidak belajar pada malam hari dan masalah lainnya,” kata M Ridwan didampingi Sekretarisnya, Supriyatiningsih, kemarin.

Karena itu, untuk menindaklanjuti memecahkan masalah, terus dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk menggalang generasi Genre yang lebih banyak. (hib/ida)