Makam Diuruk, Warga Marah

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG – Ratusan warga di empat RW Kelurahan Tawang Mas, Kecamatan Semarang Barat kemarin menghentikan beghu yang digunakan untuk meratakan tanah pemakaman Tawang Ngaglik. Kempat RW tersebut meliputi RW 1, 4, 5 dan 6. Warga mendatangi lokasi dan menghentikan beghu tersebut. Pasalnya ketika meratakan tanah makam tidak ada sosialisasi dengan warga. Akibatnya membuat warga terutama ahli waris menjadi marah.

Salah seorang warga, Sumpeno mengaku kecewa dengan pengurukan tersebut. Sebab tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada warga. “Kalau sebelumnya warga diberi tahu maka kejadiannya tidak seperti ini. Tetapi karena tidak ada pemberitahuan maka warga menjadi marah,” katanya.

Sebelumnya warga disuruh untuk memberikan tetenger di masing-masing nisan berupa pemasangan nama dari kardus atau kayu untuk dipasang di makam. Namun ternyata petugas yang menjalankan beghu tidak melepas nisan tetapi langsung diratakan. Melihat hal itu, warga langsung mendatangi tempat tersebut sehingga dipertemukan oleh Lurah Tawang Mas dengan petugas beghu di Balai Kelurahan.

Lurah Tawang Mas, Yoga Utoyo mengatakan sebelumnya tanah di pemakaman itu sering terendam rob sehingga ketika akan mengubur jenazah, harus diletakkan diatas air rob. “Jadi makam ini ketika digali mengeluarkan air sehingga tidak tega ketika jenazah diturunkan ke dalam liang kubur, karena banyak air yang tergenang,” katanya.

Sehingga pihaknya menghubungi Pemkot Semarang untuk dilakukan peninggian makam, dan sebelum dilakukan peninggian makam, warga sudah diajak untuk berdialog dan mencari jalan keluar. Namun warga yang mengikuti rapat tersebut tidak menyampaikan ke warga lain, akibatnya banyak yang tidak tahu.

“Warga yang diajak rapat itu tidak menyampaikan kepada warga lainnya sehingga warga tidak tahu. Tetapi sebenarnya warga itu setuju dengan peninggian makam. Tetapi karena dianggap tidak ada sosialisasi maka menjadi kecewa,” ungkapnya.

Sementara dari hasil pertemuan antara warga, Lurah dan Babinkantibmas Kelurahan Tawang Mas, disepakati pekerjaan pengurukan makam dapat dilanjutkan dengan catatan petugas beghu dapat menunjukkan lokasi makam dari ahli waris warga. (hid/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -