KERACUNAN KATERING: Para karyawati perusahaan garmen PT Fukoryo Indonesia di Kawasan Industri BSB Mijen saat dilarikan ke RS Permata Medika, Semarang, kemarin (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG—Puluhan karyawan PT Fukoryo Indonesia di Kawasan Industri BSB Blok A2A No 3A Mijen, Semarang, Senin (28/8) kemarin, mengalami keracunan nasi katering jatah makan siang. Akibatnya, para karyawan dilarikan ke RS Permata Medika dan RSUD Tugurejo Semarang. Rata-rata mereka merasakan sakit kepala, perut mulas, gatal-gatal serta wajah memerah.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, peristiwa itu terjadi Senin (28/8) sekitar pukul 12.30. Bermula ketika para karyawan perusahaan garmen itu sedang istirahat dan menikmati nasi katering jatah makan siang yang dipesan oleh perusahaan.
Salah satu korban, Sunarti, mengatakan, paket makan siang kemarin berupa nasi bayam dan ikan mangut tongkol yang dimasak pedas. Usai makan siang, para karyawan melanjutkan kerjanya. Namun tidak lama kemudian, sejumlah karyawan mengeluhkan pusing kepala serta perut terasa mulas.

“Waktu makan tidak curiga apa-apa, karena rasanya juga enak. Tapi, setelah kembali kerja, beberapa saat kemudian kepala terasa pusing dan perut mulas,” kata Sunarti saat ditemui koran ini di RS Permata Medika.

Dia mengatakan, jumlah karyawan yang dibawa ke RS Permata Medika cukup banyak. Namun tidak semuanya menjalani rawat inap. Ada beberapa yang sudah diizinkan pulang atau hanya rawat jalan. Di RS Permata Medika, para korban dirawat di ruang Arimbi, Srikandi dan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Karyawati lainnya, Siti Fatimah, saat ditemui di ruang Srikandi mengaku sempat mengeluhkan pusing kepala dan sakit di tenggorokannya saat menelan makanan. “Alhamdulillah sekarang sudah membaik,”ucapnya.

Selain itu, ada juga karyawan yang merasakan gatal-gatal di sekujur tubuhnya usai menyantap nasi katering. Hal ini dirasakan Sulis Ma’rifat. Ia juga merasakan mual mau muntah tetapi tidak bisa dimuntahkan.

Berbeda dengan Sunarti, Sulis mengaku sempat merasakan makanan yang disantapnya terasa beda. Namun karena lapar, ia tetap menyantapnya sampai habis. “Setelah makan, saya duduk sebentar, lalu kerja lagi. Tiba-tiba badan terasa gatal dan kepala pusing. Rasanya mual mau muntah tetapi tidak bisa dimuntahkan,” katanya.

Dikatakan Sulis, sepengetahuan dirinya, ada sekitar 50 karyawan yang dibawa ke RS Permata Medika. Selain itu, ada 20 karyawan yang dilarikan ke RSUD Tugurejo. “Ya, kira-kira ada 70 orang yang keracunan,” ucapnya.

Kepala Perawat IGD RS Permata Medika, Hari Kartika Chandra, mengatakan, para korban masuk RS mulai pukul 13.45. Hasil diagnosa awal terjadi semacam keracunan makanan yang dikonsumsi. Diduga yang menyebabkan keracunan adalah ikan mangut yang dikonsumsi para korban. “Diagnosanya keracunan makanan yang dikonsumsi para pasien berupa makanan, seperti mangut,” katanya.

Kapolsek Mijen, Kompol H Baihaqi, mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan serta barang bukti berupa sisa makanan dan makanan yang masih utuh.

“Kita datangi TKP, minta keterangan saksi. Sisa makanan yang masih utuh dan sisa yang sudah dimakan kita bawa ke kantor. Kami juga cek para korban di rumah sakit,” kata Baihaqi di RSUD Tugurejo.

Baihaqi menjelaskan, pihaknya belum mengetahui pasti jumlah korban keracunan, karena di RS Permata Medika ada beberapa korban yang sudah bisa pulang tanpa harus rawat inap tetapi kembali  ke rumah sakit karena merasa mual-mual lagi.

“Baru kita cek jumlahnya. Masih berubah terus. Tadi ada yang sudah boleh pulang tapi balik lagi karena mual,” tandasnya.

Untuk data sementara dari kepolisian, ada 24 korban yang dirawat di RS  Permata Medika, yakni 8 orang di Ruang Srikandi, 8 orang di Ruang Arimbi, dan 8 lainnya di IGD. Namun Baihaqi kembali menegaskan jumlah tersebut belum pasti. Sedangkan korban yang berada di RSUD Tugurejo ada 38 orang dan semua sudah diperbolehkan pulang.”Yang jelas jumlahnya puluhan,” ungkapnya.  Hingga kemarin,  aparat kepolisian masih mendalami kasus keracunan tersebut.

HRD  PT Fukuryo Indonesia, Parno, mengatakan, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban dari katering yang menyediakan makanan. “Ya, nanti minta tanggungjawab katering,” kata Parno sembari menjemput karyawannya di RSUD Tugurejo. (hid/mha/aro)