Isu SARA Sulit Dibawa ke Jateng

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

SEMARANG – Isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) yang sempat menyelimuti Pilgub DKI Jakarta, dikhawatirkan bakal merambat pada Pilgub Jateng, 2018 mendatang. Dari hasil survei Lembaga Pengkajian dan Survei Indonesia (LPSI) mengenai pemetaan perilaku pemilih, 46,6 persen masih sensitif dengan keyakinan dan agama dalam pilihan politik.

Direktur LPSI, M Yulianto mengatakan, kekhawatiran mengenai isu SARA itu merupakan dampak atmosfer politik saat Pilkada DKI. Sebab jika menengok proses Pilkada selama ini, tidak pernah ada persinggungan mengenai keyakinan. “Pilkada DKI kemarin membunuh moral demokrasi. Sebab mengesampingkan integritas, kompetensi, seseorang dengan kepercayaan,” katanya.

Meski begitu, akademisi  dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini menilai isu SARA akan sulit dibawa ke Jateng. Terlebih jika melihat nama-nama figur yang kini muncul ke publik, baik untuk bakal calon gubernur maupun bakal calon wakil gubernur, memiliki keyakinan yang sama.

Dia berharap, jika para calon memang ingin mempopulerkan dirinya dalam kontestasi Pilgub Jateng 2018, sebaiknya membawa isu lain. Seperti mengenai persoalan lingkungan, infrastruktur publik, dan kemiskinan. “Jangan soal SARA,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berharap proses Pilkada serentak tahun 2018 di Jateng berjalan dengan lancar dan damai. Terlebih secara budaya, masyarakat di Jateng berbeda dengan daerah lain. “Mudah-mudahan sih tidak ada. terutama mereka yang trauma dengan di Jakarta. Kalau di sini, mau apa yang ingin dikembangkan SARA-nya,” katanya.

Dia pun bersyukur, sindikat penyebar meme dan konten tulisan berbau SARA dan ujaran kebencian telah berhasil diringkus aparat kepolisian. Hal itu menurut Ganjar, dapat memberi pemahaman ke masyarakat bahwa sebenarnya konten ujaran kebencian, fitnah, SARA, ada yang memproduksi. “Saracen tertangkap membuka mata masyarakat bahwa fitnah ternyata ada yang memproduksi,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Joko Purnomo mengungkapkan, kekhawatiran adanya isu SARA di Jateng sebenarnya berlebihan, sebab Jateng bukan Jakarta. Namun demikian, KPU akan mendesain Pilgub Jateng dengan mengedepankan toleransi yang tinggi.

“Selain membuat iklan layanan masyarakat, kita akan menggandeng seluruh elemen masyarakat dan tokoh agama, bahkan nanti kita juga koordinasi kelembagaan dari provinsi sampai kabupaten dan kota,” katanya. (amh/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Bantuan Alat Tangkap Kurang Tepat

SEMARANG – Bantuan alat tangkap pengganti cantrang untuk pemilik kapal di bawah 10 Gross Ton (GT) di Jateng yang diberikan Menteri Kelautan dan Perikanan,...

Usulan Musrenbang Kembali Overload

”Mereka (dewan) boleh nambahi tapi tidak boleh mengurangi. Kalau mengurangi, harus ada koordinasi dulu dengan pemkot atau pemkab.” Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng SEMARANG – Dari Musrenbang...

Penangkaran Kupu-kupu jadi Destinasi Wisata

BAWEN- Menjelang libur Natal dan Tahun baru sejumlah objek wisata di Kabupaten Semarang mulai dipadati pengunjung. Tak terkecuali objek wisata Penangkaran Kupu-kupu yang berada...

Konsisten Sediakan Barang Dagangan Asli

Kendati muncul beragam toko baru yang lebih modern, namun eksistensi toko alat tulis Nam Bie tak perlu diragukan. Terbilang sebagai toko legendaris di Kota...

More Articles Like This

- Advertisement -