33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Isu SARA Sulit Dibawa ke Jateng

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

SEMARANG – Isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) yang sempat menyelimuti Pilgub DKI Jakarta, dikhawatirkan bakal merambat pada Pilgub Jateng, 2018 mendatang. Dari hasil survei Lembaga Pengkajian dan Survei Indonesia (LPSI) mengenai pemetaan perilaku pemilih, 46,6 persen masih sensitif dengan keyakinan dan agama dalam pilihan politik.

Direktur LPSI, M Yulianto mengatakan, kekhawatiran mengenai isu SARA itu merupakan dampak atmosfer politik saat Pilkada DKI. Sebab jika menengok proses Pilkada selama ini, tidak pernah ada persinggungan mengenai keyakinan. “Pilkada DKI kemarin membunuh moral demokrasi. Sebab mengesampingkan integritas, kompetensi, seseorang dengan kepercayaan,” katanya.

Meski begitu, akademisi  dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini menilai isu SARA akan sulit dibawa ke Jateng. Terlebih jika melihat nama-nama figur yang kini muncul ke publik, baik untuk bakal calon gubernur maupun bakal calon wakil gubernur, memiliki keyakinan yang sama.

Dia berharap, jika para calon memang ingin mempopulerkan dirinya dalam kontestasi Pilgub Jateng 2018, sebaiknya membawa isu lain. Seperti mengenai persoalan lingkungan, infrastruktur publik, dan kemiskinan. “Jangan soal SARA,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berharap proses Pilkada serentak tahun 2018 di Jateng berjalan dengan lancar dan damai. Terlebih secara budaya, masyarakat di Jateng berbeda dengan daerah lain. “Mudah-mudahan sih tidak ada. terutama mereka yang trauma dengan di Jakarta. Kalau di sini, mau apa yang ingin dikembangkan SARA-nya,” katanya.

Dia pun bersyukur, sindikat penyebar meme dan konten tulisan berbau SARA dan ujaran kebencian telah berhasil diringkus aparat kepolisian. Hal itu menurut Ganjar, dapat memberi pemahaman ke masyarakat bahwa sebenarnya konten ujaran kebencian, fitnah, SARA, ada yang memproduksi. “Saracen tertangkap membuka mata masyarakat bahwa fitnah ternyata ada yang memproduksi,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Joko Purnomo mengungkapkan, kekhawatiran adanya isu SARA di Jateng sebenarnya berlebihan, sebab Jateng bukan Jakarta. Namun demikian, KPU akan mendesain Pilgub Jateng dengan mengedepankan toleransi yang tinggi.

“Selain membuat iklan layanan masyarakat, kita akan menggandeng seluruh elemen masyarakat dan tokoh agama, bahkan nanti kita juga koordinasi kelembagaan dari provinsi sampai kabupaten dan kota,” katanya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Diburu Karena Nyaman dan Unik

RADARSEMARANG.COM - BULAN Ramadan adalah bulan yang penuh hikmah, pada bulan ini umat Islam berlomba-lomba mencari pahala dengan melakukan ibadah dan mendekatkan diri kepada...

Atlet Jateng Minim Perhatian

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Atlet Jateng masih minim perhatian. Oleh karena itu DPRD meminta agar pemprov maupun pemerintah kabupaten/kota lebih maksimal membina atlet di Jateng....

CEO Jateng Berbagi Sesama

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Prihatin dengan kondisi warga yang tinggal di kawasan tanggul Barito, Mlatiharjo, Semarang Timur, komunitas mobil Chevrolet Estate Optra (CEO) Regional Jawa Tengah...

Mirna Tagih Janji Pengusaha Tambang

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Bupati Kendal Mirna Annisa menagih janji kepada para pengusaha tambang galian C di Kendal untuk menyalurkan dana tanggung jawab sosial atau...

Sekolah Swasta Masih Dianaktirikan

SEMARANG – Pemprov Jateng didesak untuk bisa lebih proporsional dan memperhatikan keberadaan sekolah swasta. Sebab, selama ini sekolah swasta masih seperti dianaktirikan dalam berbagai...

Kerjakan Ujian Sendirian

TEMANGGUNG- Pelaksanaan ujian sekolah (US) di SDLB Negeri Temanggung terbilang istimewa. Ada satu siswa, tepatnya rombongan belajar (rombel) tunanetra (A) mengerjakan siswa sendirian. Dia...