KENDAL—Masyarakat diminta agar mewaspadai bahaya kebakaran. Terutama di musim kemarau sekarang ini, agar tidak sembarangan membakar sampah. Pasalnya, kondisi kering ditambah angin kencang mengakibatkan api cepat menjalar.

Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian pada Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kendal, Slamet mengatakan bahwa bencana kebakaran terakhir ini akibat kelalaian membakar sampah. “Pekan lalu, sedikitnya ada kebakaran akibat membakar sampah sembarangan. Yakni satu rumah terbakar dan dua lahan kosong terbakar. Jadi kami imbau masyarakat agar tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan,” katanya, Senin (28/8) kemarin.

Dikatakannya, hingga Akhir Agustus 2017 ini, sudah ada 58 kasus kebakaran. Penyebabnya karena korsleting arus pendek listrik, tabung gas dan pembakaran sampah. “Jadi kami imbau kepada warga ataupun intansi terkait untuk mengecek kembali saluran listriknya. Sebaiknya, saluran diganti menggunakan kabel sudah berlabel standar nasional Indonesia (SNI),” tandasnya.

Berdasarkan informasi dari BMKG Jateng, puncak musim kemarau terjadi pada tahun ini Agustus dan September. Makanya, harus diantisipasi karena rawan terjadinya kebakaran lantaran semua sampah, rumput maupun semak belukar dalam kondisi kering.

“Jadi ketika dibakar, api cepat menjalar. Ditambah angin kencang api bisa saja menjalar ke permukiman maupun kawasan hutan. Karena itu, sampah jangan dibakar, melainkan dikubur atau dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” sarannya.

Kepala Bidang Damkar, Muhammad Arif Masruhin mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran dan penanganan kebakaran. “Kami juga aktif dan kontinyu melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran dan penanganan kebakaran,” tuturnya.

Pihak Damkar sendiri selalu siap siaga selama 24 jam. Di Kendal ada lima pos Damkar, dengan 11 mobil Damkar. Di antaranya. Pos Damkar Sukorejo (dua armada), Pos Damkar Boja (dua armada), Pos Damkar Kaliwungu (satu armada), Pos Damkar Weleri (Satu armada) dan Pos Damkar Kendal (lima armada). “Tiga armada di Pos Damkar Kendal kondisinya perlu perbaikan,” katanya. (bud/ida)