33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Hewan Kurban Disemprot Cairan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

TEMANGGUNG—Menjelang Idul Adha, Tim Kesehatan dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Diska) Kabupaten Temanggung melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, Senin (28/8). Sasarannya, sejumlah pasar hewan dan rumah pemotongan hewan (RPH).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakan Kabupaten Temanggung, Esti Dwi Utami, menuturkan, pemeriksaan untuk menjamin kesehatan hewan kurban, sehingga aman dikonsumsi.

Pemeriksaan berlangsung selama dua hari, hingga Selasa (29/8) hari ini. “Petugas menyemprotkan cairan obat dan memeriksa kesehatan hewan dari penampakan fisiknya,” kata Esti di sela pemeriksaan hewan kurban di Pasar Ternak Terpadu Kranggan.

Dikatakan, pemeriksaan hewan terkait penyakit menular hewan dan lima penyakit lainnya. Dua di antaranya antraks dan skabies. “Dari pemeriksaan antemortem, kalau sehat kita rekomendasikan layak dipotong. Tapi jika meragukan, kita sarankan untuk ditunda. Nah, kalau tidak sehat, kita tolak.”

Esti menyampaikan, terkait ketersediaan hewan kurban, secara umum di Kabupaten Temanggung sudah cukup. Tahun ini jumlahnya mencapai 12 ribu ekor kambing, berdasarkan data per Juli 2017.

Adapun ketersediaan sapi mencapai sekitar 1.000 ekor. “Ketersediaan hewan kurban meningkat dari tahun lalu, sebanyak 850 ekor sapi dan sekitar 10.097 ekor kambing. Pasokan sapi kebanyakan dari luar daerah, seperti Magelang, Sukorejo, dan Wonosobo.”

Adib,37, seorang pedagang hewan di Pasar Ternak Terpadu Kranggan mengatakan, saat ini permintaan hewan kurban masih sepi. “Pada hari pasaran kliwon, Senin (28/8), saya membawa lima ekor sapi. Tapi hanya laku satu ekor saja. Satu ekor sapi berat rata-rata satu kuintal, saya jual Rp 9,5 juta.”

Sementara itu, pemeriksaan terhadap hewan-hewan kurban juga dilakukan oleh petugas Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang. Tujuannya, sebagai antisipasi hewan berpenyakit menjelang Idul Adha.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) Kabupaten Magelang, drh John Manglapy mengatakan, pemeriksaan untuk mengetahui apakah hewan ternak sudah memenuhi syarat untuk dipotong atau belum. “Yang kita periksa, terutama umur hewan, kesehatan, dan kondisi lainnya,” kata John di sela pemeriksaan hewan kurban, Senin (28/8), di Bayanan, Mungkid, Kabupaten Magelang.

John meminta masyarakat untuk selektif membeli hewan kurban. Utamanya, jika mendapatkan hewan yang berasal dari luar wilayah Kabupaten Magelang. “Sejauh ini kami belum menemukan hewan yang berpenyakit. Meski begitu, kami meminta masyarakat mengantisipasi. Apalagi wilayah ini berada di antara daerah endemis penyakit hewan.” (san/cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Strategi Anti selfie di Sekolah

DI ANTARA gaya hidup yang paling populer saat ini adalah selfie. Tak lengkap rasanya jika melakukan aktivitas baru atau pergi ke tempat baru tanpa...

Menanti Kemampuan Menahan Diri

Oleh: Dahlan Iskan Kok tiba-tiba jadi panas begini? Dag-dig-dug begini? Presiden Donald Trump tiba-tiba saja bicara: lewat saja bandara Amerika Serikat. Yang mana saja. Boleh...

Terhalang 250 Ribu Kubik Tanah

UNGARAN - Operasional tol Semarang-Solo ditargetkan rampung pada 2018. Meski begitu, hingga kini masih banyak ditemukan kendala dalam pengerjaannya. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat...

Happy Center Salahi Perizinan

UNGARAN- Pelanggaran tata ruang di wilayah Kabupaten Semarang kembali tejadi. Tepatnya di kompleks Happy Center di Jalan Mayor Soetoyo, Desa Bergas Lor, Kecamatan Bergas. Kepala...

Lima Pemuda Pesta Miras

MAGELANG—Tim gabungan memergoki lima pemuda yang diduga berpesta miras di salah satu tempat hiburan karaoke di Kota Sejuta Bunga. Tim gabungan terdiri atas unsur...

108.445 Botol Miras Dimusnahkan

SEMARANG – Sebanyak 108.445 botol minuman keras (miras) berbagai merek dimusnahkan di halaman Mapolda Jateng, Sabtu (27/5). Minuman haram itu merupakan barang bukti hasil...