Hewan Kurban Disemprot Cairan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

TEMANGGUNG—Menjelang Idul Adha, Tim Kesehatan dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Diska) Kabupaten Temanggung melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, Senin (28/8). Sasarannya, sejumlah pasar hewan dan rumah pemotongan hewan (RPH).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakan Kabupaten Temanggung, Esti Dwi Utami, menuturkan, pemeriksaan untuk menjamin kesehatan hewan kurban, sehingga aman dikonsumsi.

Pemeriksaan berlangsung selama dua hari, hingga Selasa (29/8) hari ini. “Petugas menyemprotkan cairan obat dan memeriksa kesehatan hewan dari penampakan fisiknya,” kata Esti di sela pemeriksaan hewan kurban di Pasar Ternak Terpadu Kranggan.

Dikatakan, pemeriksaan hewan terkait penyakit menular hewan dan lima penyakit lainnya. Dua di antaranya antraks dan skabies. “Dari pemeriksaan antemortem, kalau sehat kita rekomendasikan layak dipotong. Tapi jika meragukan, kita sarankan untuk ditunda. Nah, kalau tidak sehat, kita tolak.”

Esti menyampaikan, terkait ketersediaan hewan kurban, secara umum di Kabupaten Temanggung sudah cukup. Tahun ini jumlahnya mencapai 12 ribu ekor kambing, berdasarkan data per Juli 2017.

Adapun ketersediaan sapi mencapai sekitar 1.000 ekor. “Ketersediaan hewan kurban meningkat dari tahun lalu, sebanyak 850 ekor sapi dan sekitar 10.097 ekor kambing. Pasokan sapi kebanyakan dari luar daerah, seperti Magelang, Sukorejo, dan Wonosobo.”

Adib,37, seorang pedagang hewan di Pasar Ternak Terpadu Kranggan mengatakan, saat ini permintaan hewan kurban masih sepi. “Pada hari pasaran kliwon, Senin (28/8), saya membawa lima ekor sapi. Tapi hanya laku satu ekor saja. Satu ekor sapi berat rata-rata satu kuintal, saya jual Rp 9,5 juta.”

Sementara itu, pemeriksaan terhadap hewan-hewan kurban juga dilakukan oleh petugas Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang. Tujuannya, sebagai antisipasi hewan berpenyakit menjelang Idul Adha.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) Kabupaten Magelang, drh John Manglapy mengatakan, pemeriksaan untuk mengetahui apakah hewan ternak sudah memenuhi syarat untuk dipotong atau belum. “Yang kita periksa, terutama umur hewan, kesehatan, dan kondisi lainnya,” kata John di sela pemeriksaan hewan kurban, Senin (28/8), di Bayanan, Mungkid, Kabupaten Magelang.

John meminta masyarakat untuk selektif membeli hewan kurban. Utamanya, jika mendapatkan hewan yang berasal dari luar wilayah Kabupaten Magelang. “Sejauh ini kami belum menemukan hewan yang berpenyakit. Meski begitu, kami meminta masyarakat mengantisipasi. Apalagi wilayah ini berada di antara daerah endemis penyakit hewan.” (san/cr3/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -