Hewan Kurban Disemprot Cairan

426
PERIKSA : Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) Kabupaten Magelang memeriksa hewan kurban di sejumlah peternakan di Kabupaten Magelang, Senin (28/8) kemarin (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU).
PERIKSA : Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) Kabupaten Magelang memeriksa hewan kurban di sejumlah peternakan di Kabupaten Magelang, Senin (28/8) kemarin (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU).

TEMANGGUNG—Menjelang Idul Adha, Tim Kesehatan dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Diska) Kabupaten Temanggung melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, Senin (28/8). Sasarannya, sejumlah pasar hewan dan rumah pemotongan hewan (RPH).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakan Kabupaten Temanggung, Esti Dwi Utami, menuturkan, pemeriksaan untuk menjamin kesehatan hewan kurban, sehingga aman dikonsumsi.

Pemeriksaan berlangsung selama dua hari, hingga Selasa (29/8) hari ini. “Petugas menyemprotkan cairan obat dan memeriksa kesehatan hewan dari penampakan fisiknya,” kata Esti di sela pemeriksaan hewan kurban di Pasar Ternak Terpadu Kranggan.

Dikatakan, pemeriksaan hewan terkait penyakit menular hewan dan lima penyakit lainnya. Dua di antaranya antraks dan skabies. “Dari pemeriksaan antemortem, kalau sehat kita rekomendasikan layak dipotong. Tapi jika meragukan, kita sarankan untuk ditunda. Nah, kalau tidak sehat, kita tolak.”

Esti menyampaikan, terkait ketersediaan hewan kurban, secara umum di Kabupaten Temanggung sudah cukup. Tahun ini jumlahnya mencapai 12 ribu ekor kambing, berdasarkan data per Juli 2017.

Adapun ketersediaan sapi mencapai sekitar 1.000 ekor. “Ketersediaan hewan kurban meningkat dari tahun lalu, sebanyak 850 ekor sapi dan sekitar 10.097 ekor kambing. Pasokan sapi kebanyakan dari luar daerah, seperti Magelang, Sukorejo, dan Wonosobo.”

Adib,37, seorang pedagang hewan di Pasar Ternak Terpadu Kranggan mengatakan, saat ini permintaan hewan kurban masih sepi. “Pada hari pasaran kliwon, Senin (28/8), saya membawa lima ekor sapi. Tapi hanya laku satu ekor saja. Satu ekor sapi berat rata-rata satu kuintal, saya jual Rp 9,5 juta.”

Sementara itu, pemeriksaan terhadap hewan-hewan kurban juga dilakukan oleh petugas Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang. Tujuannya, sebagai antisipasi hewan berpenyakit menjelang Idul Adha.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) Kabupaten Magelang, drh John Manglapy mengatakan, pemeriksaan untuk mengetahui apakah hewan ternak sudah memenuhi syarat untuk dipotong atau belum. “Yang kita periksa, terutama umur hewan, kesehatan, dan kondisi lainnya,” kata John di sela pemeriksaan hewan kurban, Senin (28/8), di Bayanan, Mungkid, Kabupaten Magelang.

John meminta masyarakat untuk selektif membeli hewan kurban. Utamanya, jika mendapatkan hewan yang berasal dari luar wilayah Kabupaten Magelang. “Sejauh ini kami belum menemukan hewan yang berpenyakit. Meski begitu, kami meminta masyarakat mengantisipasi. Apalagi wilayah ini berada di antara daerah endemis penyakit hewan.” (san/cr3/isk)