BPJS Kesehatan Cover 2 Juta Jiwa

441

SEMARANG – Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang digulirkan sejak 2014 lalu, tahun ini terus mengalami perkembangan. Dari data yang ada saat ini telah mencakup peserta sebanyak 180 juta jiwa, atau lebih dari 70 persen jumlah proyeksi penduduk Indonesia di tahun 2017.

Selain melayani pelayanan kesehatan, JKN-KIS pun memiliki dampak terhadap perekonomian. Dari penelitian yang dilakukan LPM FEB Universitas Indonesia, kontribusi JKN-KIS terhadap perekonomian Indonesia di 2016 sebesar Rp 152,2 triliun dan di tahun 2021 bisa mencapai Rp 289 triliun. Program ini meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia sampai 2,9 tahun.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Dr. Bimantoro R mengatakan saat ini pencapaian kinerja program JKN-KIS untuk BPJS Kesehatan Kantor Cabang Semarang yang mencakup Kabupaten Demak dan Kota Semarang juga terus mengalami peningkatan. “Data dari  30 Juni 2017, jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Semarang mencapai 2.268.834 jiwa,” katanya.

Dari total kepesertaan tersebut, lanjut dia termasuk peserta yang didaftarkan dan diintegrasikan dengan Program JKN-KIS oleh Pemkot Semarang sebanyak 35.918 jiwa, Pemkab Demak sebanyak 14.302 jiwa, Program Jamkesda yang didaftarkan oleh Pemprov Jawa Tengah untuk Kabupaten Demak sebanyak 4.904 jiwa dan Kota Semarang sebanyak 4.035 jiwa. “Pertumbuhan peserta yang terjadi saat ini juga dibarengi dengan pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerjasama,” jelasnya.

Ia menerangkan, saat ini Kantor Cabang Semarang telah bermitra dengan 343 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang terdiri atas 64 Puskesmas, 112 Dokter Praktik Perorangan, 43 Dokter Praktik Gigi Perorangan, 90 Klinik Pratama, dan 14 Apotek. “Kami juga bekerja sama dengan 52 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 24 Rumah Sakit (termasuk di dalamnya 3 Klinik Utama), serta 28 optik,” paparnya.

Pihak BPJS Kesehatan Cabang Semarang, juga melakukan percepatan cakupan kepesertaan. Salah satunya adalah mempermudah pendaftaran peserta dengan meluncurkan care center melalui BPJS Kesehatan Care Center di nomor 1500-400. Pengembangan pendaftaran lainnya melalui sistem dropbox Kantor Cabang BPJS Kesehatan, Kantor Kelurahan, dan Kantor Kecamatan. (den/ric)