BATANG – Diduga karena putus asa sakit tulang yang dideritanya selama dua tahun tidak sembuh-sembuh, Mbah Djuwariyah, 62, nekat masuk sumur sedalam 26 meter di rumahnya, Dukuh Segan, Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Saat ditemukan kondisi korban sudah membiru akibat terendam air, Minggu (27/8).

Menurut penuturan suami korban, Suhardi, 60, dirinya tinggal di rumah bersama istri, anak dan cucunya. Malam sebelum kejadian tidak ada hal aneh yang dilakukan istrinya dan masih memapah istrinya ke kamar mandi.

Pada dini hari sekitar pukul 01.30, Suhardi mendengar suara seperti benda tercebur sumur. Suhardi bergegas melihat karena mengira mesin pompa airnya putus talinya dan jatuh ke sumur. Tapi saat diperiksa pompa air masih ditempatnya. Sumur yang terletak di dapur juga masih dalam keadaan tertutup rapat. Suhardi tidak punya prasangka apa-apa dan mengira istrinya masih tidur di kamar. Suhardi mengaku tidurnya memang terpisah dan tidak bareng istrinya.

Keesokan paginya Suhardi belum curiga dan mencuci pakaian di sebelah sumur seperti biasa. Dirinya tidak mengira di dalam sumur itu terdapat mayat istrinya. Setelah agak siang barulah sang anak merasa kehilangan ibunya karena sudah jam 06.00 tapi belum bangun. Dicari kesana kemari tidak membuahkan hasil, Suhardi mencoba melihat sumur menggunakan senter. Saat itulah terlihat mayat Djuwariyah ada di dalam sumur. Suhardi pun berteriak minta tolong kepada tetangga.

Kades Sawangan Subeno yang mendengar segera datang dan memimpin evakuasi. Subeno meminta warga untuk tidak gegabah masuk ke dalam sumur. “Tadi saat dimasukkan lampu teplok langsung padam, tanda sumur itu beracun, karena tidak ada oksigen,” kata Subeno.

Evakuasi akhirnya dilakukan menggunakan tali yang dipasangi kait. Satu jam kemudian evakuasi mayat Djuwariyah selesai.

Kapolsek Gringsing AKP Sugianto yang hadir di lokasi mengatakan,saat dilakukan pemeriksaan lokasi dan saksi tidak ada tanda-tanda kejahatan, karena pintu rumah dalam kondisi terkunci. “Tidak ada permasalahan keluarga ataupun dengan orang lain. Dugaan sementara korban bunuh diri karena putus asa penyakit tulangnya tidak sembuh-sembuh. Penyelidikan polisi di TKP dan otopsi yang dilakukan dokter Dian juga tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan,” kata Kapolsek. (han/ric)