Shelter BRT Trans Semarang dan Trans Jateng Dipisahkan

Omzet Menurun Rp 6 Juta per Hari

661
BERSAING: Shelter BRT Trans Semarang dan Trans Jateng di Jalan Pemuda yang dipisahkan (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BERSAING: Shelter BRT Trans Semarang dan Trans Jateng di Jalan Pemuda yang dipisahkan (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANGShelter Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng dan Trans Semarang saat ini dipisahkan. Salah satunya dipasang shelter portable di samping shelter Trans Semarang di Jalan Pemuda, Minggu (27/8). Pemasangan shelter portable tersebut bertujuan untuk memudahkan screening penumpang yang berpindah jalur. Baik dari Trans Jateng ke Trans Semarang, begitu pula sebaliknya. Meskipun keduanya masih menerapkan tarif masing-masing.

Sejumlah pihak menilai sejak diberlakukan Trans Jateng Koridor I jurusan Terminal Bawen-Tawang Semarang tersebut, terjadi gesekan dengan BRT Trans Semarang Koridor II yang memiliki jalur dalam kota sama, yakni Terminal Terboyo-Terminal Sisemut Ungaran. Bahkan tumpang tindih BRT di jalur yang sama tersebut berdampak menurunnya omzet Trans Semarang hingga Rp 6 juta per hari.

“Kami berharap, dengan adanya halte portable di Jalan Pemuda ini dapat menambah okupansi penumpang yang imbasnya juga akan menambah pendapatan kami. Untuk beberapa hari ke depan, kami akan tempatkan petugas kami khusus screening penumpang dari Trans Jateng supaya dipastikan seluruh penumpang dari Trans Jateng tertiketi,” kata Plt Kepala BLU Trans Semarang, Adhe Bakti, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (27/8).

Adhe mengaku, operasional Trans Jateng Koridor 1, yakni Terminal Bawen-Tawang Semarang, berdampak menurunnya omzet Trans Semarang secara signifikan. Karena itu, pihaknya berharap agar  rencana Trans Jateng yang akan mengoperasionalkan koridor baru, yakni Simpang Lima Semarang – Terminal Bahurekso Kendal, perlu ditinjau ulang.

“Kami berharap, dalam hal ini Dinas Perhubungan Provinsi Jateng dapat mengkaji ulang rencana pengoperasionalan koridor baru, jurusan Simpang Lima- Terminal Bahurekso Kendal,” harapnya.

Sebab, menurut dia, Trans Jateng yang sekarang beroperasi, yakni jurusan Terminal Bawen – Tawang Semarang, bergesekan secara langsung dengan Koridor II Trans Semarang. “Gesekan tersebut, efeknya sangat signifikan. Per hari, pendapatan kami dibandingkan sebelum Trans Jateng beroperasi, khusus Koridor II, turun rata-rata Rp 6 juta per hari. Bayangkan jika dikalikan sebulan 30 hari, ada penurunan omzet kurang lebih Rp 180 juta,” katanya.

Padahal, lanjut Adhe, Trans Semarang saat ini berbentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Artinya, Trans Semarang menggaji karyawan dengan pendapatan tiket. Per karyawan dengan gaji UMR Kota Semarang Rp 2.125.000. “Maka nominal Rp 180 juta merupakan jumlah yang berarti, karena bisa untuk menggaji sebanyak 85 karyawan dalam sebulan. Apalagi kalau nanti Trans Jateng beroperasi dari Simpang Lima – Kendal yang secara otomatis bergesekan dengan Koridor I, tentu akan ada ratusan juta pendapatan Trans Semarang yang rawan menurun,” ujarnya.

Sebab, lanjut dia, penumpang BRT Trans Semarang kebanyakan juga berasal dari daerah-daerah penyangga, yakni Ungaran, Demak, dan Kendal. Karena itu, pihaknya berharap operasional BRT Trans Jateng ini perlu dilakukan evaluasi. “Perlu dikaji ulang. Karena jangan sampai beroperasinya Trans Jateng hanya bermanfaat bagi sebagian orang, tapi tidak bagi yang lainnya. Jika Trans Jateng memaksakan masuk ke Kota Semarang, pasti akan muncul persaingan antar sesama moda transportasi milik pemerintah,” katanya.

Kota Semarang sudah ada Trans Semarang, lanjut Adhe, maka seharusnya operasional BRT Trans Jateng cukup menyambung rutedi setiap ujung wilayah Kota Semarang. “Itu akan lebih bisa dirasakan manfaatnya bagi lebih banyak masyarakat,” ujarnya. (amu/aro) 

1 KOMENTAR

  1. gimana nasib awak bus kendal klo di masuki trans jateng alias brt sekarang saja cari bayaran susah apa lagi trans harus msuk kendal kan kasihan treyek sudah di potong di mkng mlah mau di masuki trans jateng gimana nasib kami awak bus kendal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here