BERANTAS SARANG NYAMUK: Anggota rescue Perindo Jawa Tengah melakukan fogging di perumahan Grand Amarta Tamansari, Majapahit, Semarang, Minggu (27/8), kemarin (Ist).
BERANTAS SARANG NYAMUK: Anggota rescue Perindo Jawa Tengah melakukan fogging di perumahan Grand Amarta Tamansari, Majapahit, Semarang, Minggu (27/8), kemarin (Ist).

SEMARANG – Ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih meresahkan masyarakat. Hal ini mendorong banyak pihak turun langsung menangani dan mengantisipasi penyebaran nyamuk aedes aegypti.

Salah satunya adalah DPW Rescue Perindo Jawa Tengah (Jateng) yang aktif melakukan fogging di permukiman warga di hampir semua lokasi, mulai dari perkampungan kumuh hingga perumahan elite. Dalam setahun terakhir, organisasi sayap Partai Perindo ini telah melakukan fogging sejumlah wilayah di 22 kabupaten/kota di Jateng.

Ketua DPW Rescue Perindo Jateng Mochsin Anwar mengatakan, rata-rata dalam satu bulan pihaknya telah melakukan delapan kali fogging, baik atas permintaan masyarakat maupun inisiatif dari Rescue Perindo. “Warga yang menginginkan lingkungannya dilakukan pengasapan dapat menghubungi sekretariat Partai Perindo di wilayah terkait,” kata Mochsin disela kegiatan fogging di perumahan Grand Amarta Tamansari Majapahit, Semarang, Minggu (27/8).

Mochsin mengungkapkan, selama ini masyarakat merespons positif dan mengapresiasi kegiatan fogging yang dilakukan Rescue Perindo Jateng. Dia memberi contoh antara lain telah dilakukan di Boyolali, Wonogiri dan sekitarnya. “Di wilayah tersebut umumnya masyarakat meminta fogging di area perkebunan, kandang ternak dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Dia menambahkan fogging dalam skala besar pernah dilakukan di Trangkil, Pati. Karena di wilayah tersebut pernah endemis DBD dengan jumlah 21 orang. “Saat ini kita juga mendapat permintaan fogging di Magelang dan Sragen,” sebutnya.

Mochsin menjelaskan, hingga saat ini DPD Rescue sudah tersebar di 20 kabupaten/kota, di antaranya meliputi Grobogan, Banjarnegara, Kudus, Pati, Sukoharjo, Wonosobo, Banyumas, Sragen, Jepara, Wonogiri, dan Boyolali.

Selain itu, Rescue Perindo juga telah berdiri dan beraktivitas di Cilacap, Demak, Kota Magelang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Magelang, Klaten, Karanganyar, Kota Semarang, dan Kabupaten Semarang. Ke depan, pihaknya akan terus melakukan pengasapan di wilayah yang lebih luas. (*/zal)