HIBURAN: Groovy Jamm tampil menghibur penonton acara Merdeka Bersama Komunitas Pengawal Harta Negara di halaman Museum BPK RI di kompleks eks-Karisidenan Kedu-Surakata, akhir pekan lalu (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU).
HIBURAN: Groovy Jamm tampil menghibur penonton acara Merdeka Bersama Komunitas Pengawal Harta Negara di halaman Museum BPK RI di kompleks eks-Karisidenan Kedu-Surakata, akhir pekan lalu (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU).

MAGELANG–Museum BPK RI di Kota Magelang punya cara unik untuk menarik pengunjung mengenal museum dari sisi lain. Pengelola museum menyuguhkan konser musik di halaman museum di kompleks kantor Bakorwil Kedu. Sasarannya, generasi muda.

Ratusan muda-mudi generasi milenial, antusias menyaksikan pertunjukan musik yang diusung band-band lokal. Panggung yang tidak begitu megah, disulap dengan konsep artistik dan menonjolkan kesan santai. Juga dibantu dengan pencahayaan yang mendukung.

Pihak museum juga menyuguhkan jajanan angkringan dan wedang jahe gratis. Penonton tinggal ambil dan menikmati kudapan sembari menyaksikan konser musik. Tidak hanya untuk musik, panggung juga untuk menampilkan fragmen perjuangan Gugurnya Prapto Ketjhik, Pahlawan Rantai Kentjana. Fragmen dipersembahkan oleh Komunitas Magelang Kembali. “Kegiatan ini untuk memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan RI,” kata Kepala Museum BPK RI, Dicky Dewarijanto.

Melalui kegiatan ini pula, ia mengajak seluruh masyarakat untuk mengawal harta negara. Kata Dicky, pengawalan tidak cukup bila hanya dilakukan oleh satu lembaga tertentu. “Semua warga harus ikut terlibat mengawal harta Negara, dengan turut mengawasi dan mengamati segala hal terkait keuangan negara. (Tujuannya) untuk meminimalisir terjadinya kecurangan-kecurangan.”

Sebagai langkah awal terlibat mengawal harta negara, Dicky mengajak masyarakat–utamanya generasi muda– untuk belajar ke museum BPK RI. Di tempat itu, tersedia beragam informasi tentang keuangan negara. “Saat ini belajar dulu, suatu saat kami yakin mereka akan mengaplikasikannya.”

Dicky menyampaikan, pihaknya sedang bekerja keras mengubah pandangan masyarakat tentang museum yang selama ini dianggap angker, kaku, dan kurang menarik dikunjungi. Justru, pasca-renovasi, museum BPK RI tampil lebih modern, menggunakan teknologi terbaru. Tujuannya, agar pengunjung tidak jenuh. Pada 2017 ini, pihaknya menargetkan 33 ribu pengunjung. “Di sini ada interactive floor juga.”

Seorang pengunjung museum, Fuad Prihandoko, 29, mengaku terhibur dengan acara yang dihelat pengelola museum BPK. Selama ini, ia mengaku belum pernah berkunjung ke museum tersebut, sekalipun asli wong Magelang. “Saya kaget, karena museum ini dari luar terlihat biasa, sementara di dalamnya sangat modern.” (put/isk)