KENDAL—Menjelang Hari Raya Idul Adha 1438  Hijriah, penjualan hewan kurban mengalami penurunan atau relatif masih sepi. Hal ini berbeda pada Hari Raya Kurban tahun sebelumnya.

Seperti dikeluhkan, pedagang sapi kurban di Desa Lanji, Kecamatan Patebon. Ia mengaku mengalami penurunan omzet penjualan dari tahun sebelumnya. Penurunan pun tak tanggung tanggung,  pada  tahun  lalu bisa membeli dan menjual  100  ekor lebih sapi kurban. “Lebaran kali ini masih sepi, sejak buka sebulan ini baru terjual 25  ekor sapi kurban,” katanya, kemarin (27/8).

Menurutnya hampir semua penjual sapi kurban sangat cemas kalau sisa sapi yang ada tidak sampai terjual. Sebab untuk pedagang sapi memang sudah keluar  modal, untuk beli sapi. “Belum biaya perawatan, makanan dan membayar gaji pegawai perawat sapi,” biayanya sangat tinggi,” tandsanya.

Selain itu, harga  sapi  di banding dengan tahun lalu  mahal sekarang, pada tahun lalau harga tertinggi, Rp 28  juta  namun  sekarang dengan  fisik yang sama  harga  sapi bisa mencapai Rp 35  juta  per ekor. “Paling murah sekarang ini 20 juta,”  paparnya.

Lantaran tingginya harga sapi, kebanyakan  pembeli  mencari sapi harga  kurang dari Rp 20  juga.  Sehingga pedagang belum melepasnya karena bisa merugi banyak. “Dengan  kurangnya  omzet otomatis  juga  berdampak  pada  hasil pendapatan. Boleh dibilang keuntungan pedagang sapi  pas-pasan,” jelasnya.

Salah satu pembeli  sapi kurban  Eko Suwarno, warga  Kendal mengaku memilih   harga  sapi yang standar  kisaran harga  Rp 20 juta. Sebab  kurban ini  bukan  untuk satu orang melainkan  tujuh orang  satu  ekor sapi. Jadi tidak terlalu berat dalam  hal biaya. “Harga sapi mahal, ya sedapatnya saja,” tuturnya.

Tidak hanya penjual sapi, penjualan kambing kurban tahun ini juga masih sepi pembeli. Padahal harga kambing kurban relatif stabil. “Tahun lalu, sepekan menjelang Hari Raya Idul Adha stok kambing sudah habis, untuk tahun ini  stok masih banyak,” kataa Riono, penjual kambing kurban di Kelurahan Trompo, Kecamatan Kota Kendal.

Sejak dua minggu terakhir, dirinya menjual 50 ekor kambing. Nanum, sekarang kambing tersebut masih ada 37 ekor. “Sepi mas, ini saja kamibingnya masih banyak. Padahal Hari Raya Kurban tingga satu pekan lagi,” kata dia. (bud/zal)