DUTA BACA: Najwa Shihab saat berbicara di depan mahasiswa baru UKSW Salatiga, Jumat (25/8) siang (IST).
DUTA BACA: Najwa Shihab saat berbicara di depan mahasiswa baru UKSW Salatiga, Jumat (25/8) siang (IST).

SALATIGA – Najwa Shihab memeriahkan rangkaian Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) pada Jumat (25/8) siang, dalam acara bertajuk Najwa Shihab @UKSW. Duta Baca Indonesia ini menyapa mahasiswa baru dan juga civitas akademika di Balairung Universitas.

Mengenakan setelan kemeja putih dan bawahan hitam, Najwa menyapa mahasiswa baru UKSW dengan semangat. Selama 1,5 jam, Najwa berbagi tips, dan pengalaman menjadi mahasiswa, passion bahkan tentang toleransi. Keramahan Najwa tampak ketika berswafoto bersama mahasiswa baru yang dilakukan Najwa di sela acara.

“Kuliah itu bukan cuma mengejar IPK, itu penting, tetapi itu bukan satu-satunya. IPK itu bisa membuatmu dapat panggilan wawancara kerja, tapi sebatas itu. Proses berkuliah itu adalah hidup yang sesungguhnya. Gunakan waktu untuk mencari teman sebanyak-banyaknya, buat jaringan seluas-luasnya. Carilah teman beda latar belakang budaya dan beda fakultas. Pengalaman bergaul menambah wawasan dan jangan lupa untuk bergabung dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan,” kata perempuan yang akrab disapa mbak Nana ini saat disinggung tentang bagaimana menjadi mahasiswa.

Najwa juga mengajak mahasiswa baru untuk mencoba membuat curriculum vitae (CV). Bukan sembarang CV, tapi CV yang ingin dibaca dua puluh tahun kemudian. “Dua puluh ke depan ingin jadi apa, hal itu dimulai dengan menemukan gairah hidup kita. Karena dengan menemukan gairah hidup, apapun yang kita lakukan pasti akan terbayar. Gairah hidup itu harus diusahakan dan kemudian dirawat. Passion itu bisa ditemukan dari hal-hal kecil yang kita senangi,” terang perempuan yang 17 tahun malang melintang di dunia jurnalistik ini.

Najwa memberi contoh, banyak anak-anak muda yang suka menonton film korea. “Tetapi jangan berhenti sampai di situ saja. Ketika kamu tertarik dengan film Korea, kamu bisa belajar budayanya, kamu bisa pelajari bahasanya, dengan begitu mungkin kamu bisa pergi ke sana karena mendapatkan beasiswa dan sampai memperoleh gelar doktor” tuturnya.

Sebagai Duta Baca Indonesia, putri Quraisy Shihab ini tak lupa menyebarkan virus membaca kepada civitas akademika yang memenuhi Balairung Universitas. Dikatakannya, ada dua hal yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan minat baca. “Jangan membatasi diri, bacalah buku apapun yang kamu sukai komik, novel atau apapun. Jangan berpikir bahwa membaca itu harus buku-buku tebal dengan topik-topik tertentu. Kedua, membaca itu dilatih. Misalnya dengan memasukkan dalam kegiatan sehari-hari, lima menit sebelum makan pagi, lima menit lagi sebelum mandi, lima menit lagi setelah makan malam dan lima menit lagi sebelum tidur. Dengan melatih sedikit demi sedikit, kita akan terbiasa” jelasnya.

Najwa dalam kunjungannya yang pertama ke UKSW juga mengapresiasi julukan UKSW sebagai Kampus Indonesia Mini, seperti apa yang dikatakan Rektor UKSW Prof Dr (HC) Pdt John A Titaley THD dalam sambutannya. Indonesia Mini yang ada di UKSW diakui Najwa ketika pertanyaan pertama diajukan seorang mahasiswa asal Gunung Sinabung, Sumatra Utara yang kemudia disusul pertanyaan lain dari mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah. Menyinggung toleransi, Najwa menuturkan, toleransi itu harus dialami dan bukan dipelajari.

Apa kata Najwa Shihab tentang kampus UKSW yang baru kali pertama dikunjunginya? “Saya tahu kampus ini karena alumninya banyak menjadi orang terkemuka, punya pengaruh, dan setia sama almamater. Mereka orang-orang yang cinta kampus, itu artinya pengalaman mereka selama di kampus adalah paling indah. Dedek-dedek beruntung bisa diterima di sini,” katanya. Kunjungan Najwa Shihab di UKSW ditutup dengan sebuah “Catatan Najwa untuk Mahasiswa Baru UKSW”. (sas/sct)