Bikin Doraemon dari Karung Bekas

896
MERIAH: Peserta karnaval Desa Banyubiru memberikan suguhan berbeda dengan mengenakan kostum-kostum unik, kemarin (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU).
MERIAH: Peserta karnaval Desa Banyubiru memberikan suguhan berbeda dengan mengenakan kostum-kostum unik, kemarin (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU).

MUNGKID–Semarak karnaval Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang begitu terasa, Minggu (27/8) kemarin. Peserta membawa berbagai properti pendukung serta mengenakan kostum unik yang memukau penonton.

Peserta dari Dusun Sukorame, misalnya. Mereka menghadirkan karakter lucu dan menggemaskan dengan konsep dunia anak. Beberapa tokoh kartun film animasi favorit anak-anak ditampilkan. Seperti angry birds, doraemon, minion, dan burung.

Kostum-kostum itu karya pemuda setempat. Bahannya memanfaatkan limbah karung plastik beras. “Kami kumpulkan bagor (karung plastik rol, Red) dari masyarakat, kemudian kami buat kerangkanya. Selanjutnya, bagor-bagor itu kita tempelkan, kemudian kami cat sesuai dengan warna yang diinginkan,” kata Muhammad Heriyanto, 22, di sela mengikuti karnaval, kemarin.

Penampil dari Dusun Karanganyar, juga tidak kalah menarik. Peserta terakhir ini menonjolkan kostum ala karnaval. Tak heran, peserta dibuat kerepotan oleh penonton yang ingin berfoto bersama. Kendati demikian, tetap dilayani dengan sabar, sembari menahan berat kostum yang mencapai delapan kilogram lebih itu. “Sini kalau mau foto lagi, nggak apa-apa,” kata Erick, mengajak dengan ramah.

Salah satu koordinator peserta dari Dusun Karanganyar, Irwan Krisnanto menjelaskan, kostum terbuat dari limbah. Ia merancang kostum dengan kobaran api yang terbuat dari plastik mi instan berwarna merah dan kuning. Sedangkan kostum kupu-kupu memanfaatkan kantong plastik warna-warni.

“Untuk kostum api, kita juga menggunakan plastik aluminum foil yang tidak laku jual. Kami ingin memasyarakatkan bahwa kita bisa menggunakan kembali sampah plastik menjadi sesutu yang indah.”

Kepala Desa Banyubiru, Wintoro, menyampaikan, kegiatan karnaval merupakan puncak Festival Banyubiru dan Kirab Budaya 2017. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang diprogramkan desa untuk memeriahkan HUT ke-72 RI. Sekaligus, meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Bukit Gununggono.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin lihat keunggulan masing-masing dusun sebagai langkah awal mengintegrasikan potensi-potensi di setiap dusun. Apalagi, desa ini sudah dikukuhkan menjadi Desa Wisata Banyubiru.” (put/isk)