Banyuputih Carnival Bertema Batik

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

BATANG – Sudah menjadi tradisi yang mengakar kuat pada masyarakat Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang menggelar peringatan HUT RI dengan Banyuputih Carnival, Sabtu (26/8). Kegiatan yang sudah digelar selama puluhan tahun itu, kini semakin meriah dan inovatif. Untuk tahun ini, tema yang diusung adalah Batik dalam bentuk pakaian maupun kerajinan lain yang menunjukkan nilai keluhuran warisan budaya bangsa.

Ditambah kini keragaman budaya juga menonjol, sebagai bukti masyarakat Banyuputih terbuka untuk semua suku dan keyakinan. Selain itu seperti karnaval yang lain, penampilan unik dan nyeleneh juga ditampilkan oleh peserta. Hal ini, membuat Banyuputih Carnival tenar, sehingga mampu menyedot puluhan ribu penonton yang datang dari berbagai kota.

Banyak penonton dari Semarang, Kendal, Pekalongan, Temanggung dan kota-kota lain. Bahkan warga Banyuputih yang merantau menyempatkan diri untuk pulang demi bisa berpartisipasi dalam karnaval.

Bisa dikatakan Banyuputih Carnival adalah puncak dari semua karnaval yang ada di Kabupaten Batang, baik dari segi kuantitas maupun kualitas peserta, juga dari jumlah penonton. “Acara Banyuputih Carnival ini bagus, saya betah nonton. Kalau tidak halangan harus ke Jakarta saya pasti menunggui sampai acara selesai,” ucap Bupati Batang Wihaji.

Hal unik yang tidak dijumpai dalam karnaval daerah lain adalah beberapa peserta memberikan cinderamata hasil karyanya kepada tamu kehormatan di panggung. Bentuknya pun aneh-aneh mulai dari lukisan, batik, bunga sampai kepala kambing panggang.

Kepala Desa Banyuputih Sodikin mengatakan tradisi karnaval ini sudah sedemikian kuat mengakar dan menjadi hiburan warga yang dipersiapkan matang. “Jika ditotal Rp 500 juta keluar untuk biaya kegiatan ini yang ditanggung bersama. Belum biaya pribadi masing-masing peserta karnaval. Selain karnaval kami juga nanggap hiburan musik dan wayang untuk menghibur warga,” kata Sodikin.

Banyaknya peserta membuat barisan seperti tak ada putusnya. Setelah empat jam barulah karnaval akbar ini selesai pas maghrib. Efek dari karnaval yang melintasi jalan Pantura ini tentu saja kemacetan panjang. Jumlah peserta yang sangat banyak dan penonton yang puluhan ribu membuat jalan tersendat, tapi bisa diatasi oleh tim urai Satlantas Polres Batang. (han/sct/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Peluang Kerja Terbuka Lebar

SEMARANG- Peluang kerja bagi mahasiswa Politeknik Bina Trada Semarang masih terbuka lebar. Pasalnya, di rumah sakit di Jawa Tengah sendiri masih membutuhkan sekitar 30...

Ajak Siswa Berprestasi Gabung Polri

PEKALONGAN-Jaring animo calon siswa pendaftaran Polri 2015, Polres Pekalongan Kota mengadakan program pembinaan siswa berprestasi. Dengan harapan bisa turut gabung di Polri dengan mudah. “Program...

Begal Ini Menyasar Pengendara Wanita

TEMBALANG - Bagi para pengendara kendaraan roda dua hendaknya lebih berhati-hati ketika melakukan perjalanan di malam hari, utamanya perempuan. Pasalnya sekelompok begal jalanan yang...

Ribuan Orang Peringati HUT Pekalongan

PEKALONGAN-Ribuan warga Kota Pekalongan tumplek blek di Lapangan Jetayu Kota Pekalongan, Rabu (1/4) kemarin. Mereka mengikuti Kirab Budaya dan Istighotsah dalam rangka perayaan Hari...

More Articles Like This

- Advertisement -