Meski Tua, Bentuknya Unik dan Mesin Masih Orisinil

Lebih Dekat dengan Komunitas Fiat Club Semarang (Sefic)

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

Bagi pencinta mobil tua khas Eropa, tentu tak asing dengan produk mobil Fiat. Ya, mobil asal Italia ini sudah sangat jarang terdengar di Kota Semarang. Tapi siapa sangka, ada sekumpulan orang pemilik mobil Fiat tua yakni Semarang Fiat Club atau Sefic. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

MESKIPUN sudah terbilang udzur, mobil Fiat 1100D keluaran tahun 1961, Fiat Topolino keluaran tahun 1938, ataupun Fiat seri 131 Mirafiori buatan tahun 1980 ini, masih mampu membelah keramaian lalulintas Kota Semarang. Barisan mobil tua ini, gampang dikenali lewat bentuknya yang unik dan warnanya yang nggejreng. Bahkan, saat mobil tersebut dijajar di Jalan Pahlawan Kota Semarang, saat para pemiliknya melakukan kopi darat (Kopdar), kerap menjadi perhatian para pengguna jalan yang sedang melintas.

Sesepuh Semarang Fiat Club (Sefic), Agus Bejo mengakui meski saat ini banyak bermunculan mobil baru yang lebih modern, tidak lantas membuat mobil tua terpinggirkan. Apalagi hampir semua mobil tua milik anggota Komunitas Sefic, mesinnya masih orisinil dan belum ada perubahan spare part yang berarti. “Kebetulan di komunitas ini, banyak mobil tua yang semuanya masih orisinil, mulai dari segi interior ataupun eketserior,” jelasnya.

Salah satu mobil yang menjadi pusat perhatian adalah Topolino dan 1100 D. Kedua mobil berjenis sedan ini, menggunakan daun pintu yang bisa membuka sampai 180 derajat. Khusus Fiat 1100D, cukup gampang dikenali. Terlebih dalam beberapa judul film Bollywood, Fiat seri ini kerap nongol, walaupun dengan warna yang berbeda. “Dulu sempat dijuluki mobilnya Inspektur Vijay, karena sama persis dengan yang ada di film-film India,” tuturnya.

Sementara itu, Ricko Putra pemilik FIAT 1100D, menuturkan bahwa selain di bagian daun pintu, mobil ini tidak dilengkapi dengan spion. Praktis saat berkendara, Ricko harus jeli melihat keadaan bagian samping kanan dan kiri mobil secara manual. “Memang dari pabrikannya tidak punya spion. Beda lagi kalau Fiat seri 1961 ke atas yang sudah ada spionnya dan bentuknya lebih bervariasi,” jelasnya.

Bahkan, Fiat warna hijau miliknya memiliki aksen chrome di beberapa sisi seperti gril depan, kap mesin, bumper depan, bodi kanan dan kiri, body bagian belakang dan aksen chrome lainnya di beberapa tempat. Jika diperhatikan secara detail, bentuk muka mobil dengan bagian belakang mobil memiliki kemiripan tinggi dan sisi.

“Lampu utama masih berbentuk bullet. Lampu seins juga bentukya lancip, karakteristik inilah yang membuat Fiat jadul beda dengan mobil jadul lainnya,” ucapnya bangga

Terkait Komunitas Sefic, Agus Bejo mengaku hanya memiliki sekitar 30 anggota dengan 15 anggota yang aktif. Karena hanya sedikit dan langka, justru memperkuat rasa kekeluargaan antar anggota Sefic dibandingkan komunitas mobil lain.  “Karena sedikit, makanya kami lebih kompak. Bahkan, kalau touring bisa sampai luar kota misalnya Bali, Bandung, dan kota besar lainnya,” bebernya,

Diakuinya, Komunitas Sefic sebenarnya telah terbentuk sejak tahun 1992, namun karena kesibukan masing-masing anggota, akhirnya para pencinta Fiat memilih vakum. Dua tahun berselang, tepatnya di tahun 1995, kembali dibentuk komunitas pencita Fiat dengan nama Karabat Fiat Semarang.

“Pada waktu itu aktivitasnya belum ada, hanya kumpul-kumpul saja. Namun kemudian vakum lagi. Secara kebetulan saat jambore Fiat di Jogjakarta, malah bertemu teman-teman pencinta Fiat Semarang. Akhirnya tahun 2002 lalu, kami sepakat bikin Sefic. Itulah yang membuat kami eksis sampai saat ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Meski mobil berusia uzur, diakuinya, tidak ribet dalam perawatannya. Hal yang paling penting tentu melakukan pengecekan secara berkala, mulai oli mesin hingga piranti lainnya. Mobil ini hanya perlu dipanasi agar aki tidak cepat tekor. “Kalau hanya kerusakan ringan masih bisa diakali. Tapi kalau sudah ganti sparepart, ya harus hunting. Dari dulu sampai sekarang, belum ada yang diganti karena mobil ini memang dikenal sangat kuat,” tuturnya.

Ia mengungkapkan juga, setelah Fiat tak dijual di Indonesia, urusan suku cadang dan spare part mobil cenderung susah didapat. Biasanya, acara Jambore Nasional bisa menjadi ajang untuk sharing dan tukar pengalaman antar chapter Fiat di Indonesia. “Belinya ya harus hunting. Kalau ada uang, ya bisa dibilang murah. Kalau nggak ada uang, ya bisa jadi sangat mahal. Yang jelas, mobil ini tidak bisa dihargai dengan materi, tapi lebih pada kepuasan batin dan kesenangan saja memilikinya,” jelasnya. (*/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -