Masakan Diolah Dengan Cara Sehat

235
MENU SEHAT: Seng Nam Tjhiang menunjukkan salah satu olahan masakan nabatinya (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG).
MENU SEHAT: Seng Nam Tjhiang menunjukkan salah satu olahan masakan nabatinya (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG).

Selain menyuguhkan rasa yang begitu lezat, Tjhiang juga menjamin olahan makanannya sehat. Cara masaknya juga tidak digoreng, dibakar, atau di panggang tapi direbus pakai oven. Bahkan minyaknya dari kemiri yang ditaburkan di atas masakan setelah proses oven.

“Jadi kadar gizi nya tak hilang. Kami juga tidak menggunakan bawang dan MSG,” jelasnya.

Alasannya, bawang sebagai penetral kolesterol dipakai jika memakai daging, tak dibutuhkan lantaran tidak ada daging. Begitu juga dengan aneka sayuran, brokoli, salad, cap cay, kangkung, bayam semua ada di sini.

Memasaknya pun tidak sembarangan. Sebagian besar makanannya dimasak dengan cara dikukus. Jika memerlukan kesan berminyak, dia hanya memanfaatkan gongsoan kacang-kacangan.

“Banyak alasan orang memutuskan sebagai vegetarian. Tetapi tidak perlu khawatir, sebenarnya banyak tumbuhan yang dapat diolah menjadi panganan seperti daging. Meski imitasi, tetapi justru lebih sehat,” paparnya.

Dijelaskan Tjhiang, memakan daging seringkali menjadi biang penyakit manusia selama ini. Seperti penyakit lidah biru, ecoli, infeksi salmonella, flu burung, penyakit sapi gila, flu babi, listeriosis (keracunan bakteri makanan), keracunan kerang-kerangan, preeklampsia (hipertensi kehamilan), Infeksi kampilobakter (bakteri hewan), dan sebagainya.

Padahal, lanjutnya, kekhasan daging hanya terdapat pada teksturnya saja. Tidak dapat dipungkiri, kegurihan daging- dagingan sebenarnya berasal dari cara pengolahan bumbu.

“Lalu alasan apa lagi yang membuat kita tidak bisa berhenti, minimal mengurangi konsumsi daging?,” ujarnya.

Itu sebabnya, sejak puluhan tahun dia memutuskan untuk bervegetarian dan menyebarkan gaya hidup sehat dengan membuka restorannya. Ingin hidup sehat? Silakan datang dan cicipi masakan vegetarian di rumah makan Karuna ini. (afiati tsalistati/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here