Puluhan Ekor Hewan Kurban Belum Cukup Umur

239
SAPI PEMAKAN SAMPAH: Ribuan ekor sapi dilepas bebas mencari makan sampah di TPA Jatibarang, kemarin. Jelang Idul Adha, banyak sapi pemakan sampah ini dijual sembunyi-sembunyi ke luar daerah. (bawah) Petugas Dinas Pertanian Kota Semarang saat memeriksa gigi sapi yang dijual pedagang hewan kurban di Jalan Jolotundo (ADITYO DWI/NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).
SAPI PEMAKAN SAMPAH: Ribuan ekor sapi dilepas bebas mencari makan sampah di TPA Jatibarang, kemarin. Jelang Idul Adha, banyak sapi pemakan sampah ini dijual sembunyi-sembunyi ke luar daerah. (bawah) Petugas Dinas Pertanian Kota Semarang saat memeriksa gigi sapi yang dijual pedagang hewan kurban di Jalan Jolotundo (ADITYO DWI/NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG- Sebanyak 14 ekor sapi dan 2 ekor kambing yang dijual pedagang di Jalan Jolotundo dan Jalan Gajah Semarang, tidak layak untuk dijadikan sebagai hewan kurban. Sebab, usia hewan kurban tersebut belum poel atau belum memenuhi syarat sebagai hewan kurban. Selain itu, seekor kambing diketahui terserang penyakit mencret. Hal itu diketahui setelah petugas Dinas Pertanian Kota Semarang melakukan kegiatan pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban, Jumat (25/8). Pemeriksaan juga melibatkan petugas  Babinkamtibmas dan Lurah Sumbirejo.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kota Semarang, Muji Mulyo, menjelaskan, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah hewan kurban sudah sesuai syariat Islam atau belum? Selain itu, agar masyarakat lebih hati-hati dan teliti dalam memilih hewan kurban. Karena saat ini masih ditemukan beberapa sapi dan kambing yang tidak layak untuk dijadikan hewan kurban. “Masyarakat agar berhati-hati dan teliti dalam memilih hewan kurban, karena ada yang kondisinya sehat tetapi belum cukup umur,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Muji Mulyo menyebutkan, hewan kurban memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi. Di antaranya, usia hewan kurban harus sesuai syariat Islam. Misalnya, domba harus berusia minimal setahun penuh. “Juga tidak cacat. Misalnya, mata buta sebelah, kaki pincang, sangat kurus, serta tidak mempunyai sumsum tulang,” bebernya.

Penjual hewan kurban, Muhammad Yusuf, mengaku dengan adanya temuan tersebut, pihaknya akan mengembalikan hewan kurban ke pemasok. “Karena hewan ini sudah sampai di Semarang, saya akan menukar atau mengembalikan sapi ini ke pemasok di Pati,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here