PT Zentrum MK Akui Beli Aset Kepailitan

909
JALANI SIDANG: Bos CV Zentrum, Tjan Wen Hung saat menjalani sidang atas perkara dugaan perbuatan memalsukan perjanjian jaminan fidusia terhadap empat casis bus milik PT Hartono Raya Motor di PN Semarang (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang).
JALANI SIDANG: Bos CV Zentrum, Tjan Wen Hung saat menjalani sidang atas perkara dugaan perbuatan memalsukan perjanjian jaminan fidusia terhadap empat casis bus milik PT Hartono Raya Motor di PN Semarang (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang).

SEMARANG – Direktur PT Zentrum MK (Madu Kismo), Michael meluruskan sejumlah pemberitaan di media massa terkait nama perusahaanya yang dianggap, hanya melakukan pergantian nama dari CV Zentrum Dsb pimpinan Tjan Wen Hung, yang sekarang sudah pailit.

Ia menyampaikan kejadian yang sebenarnya adalah perusahaanya PT Zentrum MK membeli sebagian aset CV Zentrum Dsb melalui kurator dan Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Michael juga menegaskan PT Zentrum MK merupakan perusahaaan baru yang tidak terkait dengan CV Zentrum Dsb milik Tjan Wen Hung tersebut.

“Jadi PT Zentrum MK bukanlah CV Zentrum Dsb yng berganti nama setelah pailit. Kita itu dirikan perusahaan baru, pemilik aset baru, dan jajaran management juga baru,” kata Michael kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (25/8).

Ia juga menyatakan kalau perusahaanya sama sekali tidak berafiliasi dengan CV Zentrum yang dimiliki Tjan Wen Hung. Dikatakannya sejak 2013 CV Zentrum Dsb sudah pailit.¬† “Kami pertegas, kami tidak pernah berafiliasi jadi mohon dibantu klarifikasi atas kesalahan informasi yang beredar,” ujarnya.

Klarifikasi tersebut sekaligus meluruskan pemberitaan, terkait perkara kasus dugaan pemalsuan perjanjian fidusia terhadap PT Hartono Raya Motor, yang sudah menjerat  terdakwa bos CV Lancar Motor; Setiyono Raharjo, Kepala Cabang PT Citra Mandiri Multi Finance Semarang; EC. Erny Novita dan Tjan Wen Hung selaku bos CV Zentrum.  (jks/bas)