Pengusaha Keluhkan Vila Pribadi yang Dikomersialkan

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

UNGARAN–Keberadaan vila pribadi yang beralih fungsi menjadi hunian komersial banyak dikeluhkan oleh para pengusaha hotel di Kabupaten Semarang. Vila pribadi yang banyak dimiliki oleh warga luar Kabupaten Semarang tersebut, kerap dikomersialkan pada saat akhir pekan.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Semarang Fitri Rizani mengungkapkan bahwa pola sewa vila pribadi yaitu, pihak penyewa hanya menghubungi penjaga dari vila itu sendiri jauh hari sebelum digunakan. Kemudian, penjaga vila meneruskan ke pihak pemilik. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak kurang lebih 3 tahun. Dimana setiap minggu, semakin banyak vila pribadi di Kabupaten Semarang yang dikomersilkan.  “Kami sebagai pengelola hotel, sangat menyayangkan itu,” ujar Fitri, Jumat (25/8) kemarin.

Adapun tarif yang diberlakukan untuk sewa vila pribadi permalam yaitu Rp 2-3 juta. Penyewa bisa menyewa 3-4 kamar dalam satu vila. “Paling banyak memang di Bandungan. Di Kopeng juga ada,” ujarnya.

Harga sewa vila pribadi yang lebih murah, secara tidak langsung berdampak kepada jumlah omzet dari hotel. Menurutnya, kondisi tersebut sangat merugikan pihak pengelola hotel. Apalagi disini, persewaan vila pribadi tidak dipungut pajak. Sedangkan hotel, setiap bulannya harus membayar pajak usaha. “Jelas merugikan pihak hotel, kalau itu dibiarkan terus menerus,” katanya.

Sayangnya, Fitri tidak menyebutkan jumlah pasti dari vila pribadi yang diketahui dikomersilkan. “Kami tidak apa-apa itu dikomersilkan, asal diubah jenis vilanya menjadi vila komersil,” katanya.

Terpisah, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang, Tajudin Noor mengungkapkan jika beberapa laporan memang sudah diterima terkait dengan banyaknya vila pribadi yang dikomersilkan. “Kalau Perda yang mengatur tentang pajak kos-kosan dan hotel memang ada, namun untuk vila itu yang belum ada,” kata Tajudin. Meski begitu, pihaknya masih akan mempelajari terlebih dahulu persoalan tersebut.

Sementara itu, Kabid Perpajakan Badan Keuangan Daerah (BKUD) Kabupaten Semarang, Cholid Mawardi mengungkapkan jika keberadaan vila pribadi komersil tersebut juga menyulitkan pihaknya untuk melakukan pemungutan pajak. “Karena izinnya bukan komersil namun pribadi, kenyataannya dikomersilkan,” ujarnya.

Keberadaan vila pribadi komersil itu, juga berulangkali dilaporkan oleh para pengusaha hotel kepada BKUD saat dilakukan pemungutan pajak. “Saat para pengusaha hotel membayar pajak banyak melapor ke kita,” katanya. (ewb/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Seniman Kampus Harusnya Terjun Kampung

Diakui atau tidak, kesenian tradisional khususnya Jawa rentan tergilas oleh budaya pop. Sebut saja kesenian karawitan, tari Jawa, kethoprak, wayang kulit, macapat dan lain-lain....

Temukan Luka Hantaman Benda Tumpul di Kepala

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Warga Jalan Puri Anjasmoro, Semarang Barat, digegerkan dengan temuan mayat perempuan yang diduga korban pembunuhan. Dugaan tersebut diperkuat dengan hasil otopsi. Tim...

Hendi Tenangkan Massa Pendukung

SEMARANG - Aksi simpatik ditunjukkan oleh calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Selasa (25/8). Hendi menerobos ratusan pendukungnya. Incumbent ini menghentikan yel-yel yang diteriakan...

Buka Wawasan Terhadap Seni

Pelibatan warga dalam berbagai proyek seni belakangan kian marak. Selain memfasilitasi seniman untuk berekspresi, kolaborasi tersebut juga memantik warga lebih aktif menghidupkan seni maupun...

More Articles Like This

- Advertisement -