MAGELANG – Pemain unggulan tampil trengginas dan menang mudah pada hari pertama Djarum Foundation Bulutangkis Multi Cabang Kabupaten / Kota Se-Eks Karesidenan Kedu VI 2017, Jumat (25/8) kemarin. Surya Maulana asal klub PB Jaya Agung Magelang dan Rio Putra asal PB Surya Tidar Magelang, mampu menang telak atas lawannya.

Di laga perdananya, Surya menghadapi atlet dari klub PB Ihsanul Fikri, Danendra Dzaky. Karena diunggulkan, Surya bermain sangat enjoy dan cukup mudah menaklukkan pemain dari klub debutan asal Kota Magelang itu. Surya pun menang telak dengan skor akhir 21-8, 21-7. Begitu pula Rio Putra asal PB Surya Tidar Magelang, yang menjadi unggulan tiga. Rio menang mudah atas lawannya dari klub SYP Purworejo, Yeni Haidar, dengan skor 21-10 dan 21-5.

Sementara, jadwal pertandingan Jumat kemarin menggelar babak pertama kelompok usia pradini, lalu dilanjutkan usia dini, anak-anak, pemula, dan remaja. Laga dimulai pukul 08.00 WIB hingga petang, dan setelah rehat sejenak dilanjutkan kembali sampai malam. Pada hari pertama, tapi tidak sedikit yang sudah bermain di hari pertama. Seperti Surya Maulana asal klub PB Jaya Agung Magelang yang menjadi unggulan pertama di kelas tunggal usia dini putra. Adapun atlet unggulan akan lebih banyak bertanding di hari kedua, Sabtu (26/8) hari ini.

“Banyak atlet yang baru ikut kejuaraan ini. Mereka yang tidak diunggulkan dimainkan di awal, sedangkan atlet unggulan banyak di hari kedua,” ujar Ketua Pengkot PBSI Kota Magelang, Kukuh Santosa yang mengamati jalannya pertandingan di pinggir lapangan.

Kukuh Santoso menyebutkan, dalam kejuaraan ini diikuti total sebanyak 350 atlet. Ada peningkatan cukup signifikan menjelang penutupan pendaftaran. Banyaknya atlet ini dinilainya positif, karena menunjukkan semangat berkompetisi pemain junior cukup tinggi.

“Tidak sedikit dari pemain yang ikut ini baru pertama berkompetisi. Bahkan, ada pula yang belum terlalu mengerti aturan mainnya. Tapi, hal itu tidak menjadi masalah. Justru, kami senang karena semangat mereka cukup besar dan ke depan bisa kita bina lebih mendalam lagi,” katanya.

Menurut Kukuh Santoso, pertandingan atlet putri dilaksanakan sore dan juga kebanyakan dilaksanakan di hari kedua. Meskipun jumlah pemain putri sedikit, namun kuota peserta baik kelas usia pradini, usia dini, anak-anak, pemula, dan remaja, terpenuhi jumlahnya. “Saat ini, atlet putri bulutangkis sangat jarang. Lebih banyak adalah atlet putra. Melalui event inilah diharapkan tumbuh minat dari atlet putri,” bebernya. (cr3/fiq/ton)