Hadirkan Najwa Shihab, Kembangkan Budaya Membaca Masyarakat

Roadshow Perpustakaan Nasional 2017 di Kota Magelang

569

MAGELANG – Duta Baca Indonesia, Najwa Shihab akan menyapa masyarakat Kota Magelang, Sabtu, (26/8) ini. Najwa hadir sebagai narasumber dalam acara bertajuk “Mewujudkan Indonesia Cerdas Melalui Peningkatan Budaya Baca dan Indeks Literasi Masyarakat” yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) Kota Magelang di aula Gedung Kyai Sepanjang Kota Magelang.

Selain Najwa, vokalis band Letto, Noe yang juga seorang budayawan dan penulis itu ikut mewarnai rangkaian acara roadshow Perpusnas tersebut. Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan RI, Woro Titi Haryanti juga dipastikan hadir.

Kepala Disperpusip Kota Magelang, Sri Rohmiati mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengembangkan minat dan budaya baca masyarakat. Meski hasil survei minat baca di Kota Magelang beberapa waktu lalu menggembirakan. Kajian dengan metode sampel itu melibatkan 508 responden.

“Pandangan responden terhadap membaca menunjukkan bahwa 44,5 persen menyatakan membaca adalah kewajiban, sedangkan 13,4 persen menyatakan hobi,” ujarnya.

Justru, minat baca yang sudah tumbuh itu harus ia kembangkan. Ia melihat frekuensi membaca masih berada di kisaran waktu kurang dari satu jam hingga 2 jam. Perbedaan tipis saat dihadapkan antara membaca buku dengan penggunaan media sosial (medsos).

“Sebanyak 44,3 persen menjawab, lebih dominan bermain medsos, ketimbang membaca buku hanya 41,9 persen,” ungkapnya.

Pihaknya akan mengikuti dinamika di era kemajuan teknologi dan kemudahan akses informasi. Pada anggaran perubahan nanti, pihaknya mengajukan pengadakan aplikasi I-Magelang. Aplikasi berbasis android yang sangat mudah diunduh melalui PlayStore itu memiliki fitur-fitur yang mendukung pelayanan perpustakaan.

“Masyarakat bisa meminjam buku dalam bentuk digital, sehingga akan membantu bagi mereka yang ingin membaca, namun tidak memiliki waktu berkunjung ke perpustakaan,” ujarnya.

Inovasi itu sekaligus menjawab tantangan yang menunjukkan bahwa budaya membaca teks buku mulai bergeser ke versi digital. Diakuinya, banyak pengunjung yang juga menghendaki inovasi itu.

“Ini juga mendukung Kota Magelang sebagai kota cerdas,” tandasnya.

Apabila benar-benar diterapkan, pihaknya dapat memetakan minat masyarakat terhadap pelayanan perpustakaan konvensional, dengan modern. Sekaligus menjadi dasar kebijakan Pemerintah Kota Magelang dalam perencanaan pengembangan minat baca di kotanya.

“Karena karakteristik pengunjung itu berbeda-beda. Ada yang lebih senang datang ke perpustakaan sambil mengerjakan tugas sekolah atau kuliah, ada juga yang lebih senang sambil menggunakan akses wi-fi, serta sebagai tempat rekreasi bersama keluarga. Jadi pengunjung yang datang ke perpustakaan langsung akan tetap ada, dan kita juga bisa mencatat jumlah kunjungan di I-Magelang,” paparnya.

Terkait kegiatan roadshow Perpusnas, pihaknya mengadakan bermacam lomba. Di antaranya, lomba mewarnai kategori TK, kategori SD kelas 1-3 dan kelas 4-6 SD. Kemudian lomba menulis surat untuk Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito untuk jenjang SMP. Serta lomba membuat poster yang berkaitan dengan minat baca dan perpustakaan untuk tingkat SMA.

“Khusus untuk lomba menulis surat kepada wali kota, karya para juara lomba akan kami kirimkan kepada wali kota.” (adv)