Angkat Kuliner Khas Semarang

1044
GO-FOOD FESTIVAL : Driver Go-Jek saat memesan makanan di stan Ayam Geprek Nori di DP Mall Semarang, Jumat (25/8). Sebanyak 50 UKM Kuliner terbaik yang bergabung di merchant Go-Food mengikuti gelaran Go-Food Culinary Festival mulai 25-27 Agustus 2017 (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).
GO-FOOD FESTIVAL : Driver Go-Jek saat memesan makanan di stan Ayam Geprek Nori di DP Mall Semarang, Jumat (25/8). Sebanyak 50 UKM Kuliner terbaik yang bergabung di merchant Go-Food mengikuti gelaran Go-Food Culinary Festival mulai 25-27 Agustus 2017 (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Penyedia layanan on-demand dengan basis teknologi yakni Go-Jek mencoba mengangkat kuliner khas Semarang dengan menggelar Go-Food Culinary Festival di Semarang Jumat (25/8) sampai Minggu (27/8) mendatang,di DP Mall Semarang. Event diikuti 50 usaha kecil menengah (UKM) kuliner yang menjadi merchant Go-Food, layanan pesan-antar makanan dari aplikasi Go-Jek.

VP Regional Central Java & DIY Go-Jek Indonesia, Delly Nugraha mengatakan pihaknya mencoba memberdayakan sektor informal dan UKM termasuk UKM Kuliner di Kota Semarang. Dimana biasanya para pelaku UKM terbentur perluasan pasar. “Dengan adanya layanan Go-Food para UKM kuliner ini bisa memperluas pasar mereka. Tidak hanya fokus di daerah sekitar mereka berjualan saja. Perluasan pasar ini penting bagi UKM kuliner supaya bisa terus berkembang,” katanya.

Ia menerangkan dengan layanan Go-Food, UKM kuliner tidak perlu menyediakan armada pesan-antar sendiri. Sementara dari sisi pelanggan, mereka bisa mendapatkan kuliner yang diinginkan tanpa perlu repot keluar rumah atau kantor. “Tujuannya tentu ingin memperkenalkan kuliner khas Semarang yang menjadi favorit di layanan Go-Food. Kami berharap melalui acara ini para UKM kuliner tersebut semakin laris dan dicintai masyarakat Semarang,” tambahnya.

Sementara itu, Regional Marketing Manager Go-Jek Semarang, Denmas Setia Wenas mengatakan ada berbagai zona dalam acara tersebut. Salah satunya zona penjajahan, dimana masyarakat bisa menikmati kuliner berkategori pedas. Sedangkan di zona perjuangan yang akan menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan, masyarakat Semarang bisa menemukan berbagai kuliner asin. “Terakhir, di zona kemerdekaan yang menggambarkan bangsa Indonesia saat sudah merdeka dan lepas dari penjajahan, masyarakat bisa menikmati makanan atau minuman manis,” bebernya.

Pemilik Restoran Ayam Geprek Nori, Hendra yang menjadi peserta Go-Food Culinary Festival menerangkan pihaknya bergabung menjadi merchant Go-Food sejak Februari 2016 dengan alasan bisa meningkatkan pesanan tanpa punya armada pesan-antar khusus. “Sejak bergabung dengan Go-Food, penjualan kami meningkat sebanyak 60 persen. Omzet kami saat ini datangnya dari pesanan lewat Go-Food. Melalui festival kuliner ini, saya berharap masyarakat Semarang semakin mengenal kuliner khas Semarang,” bebernya. (den/ric)