OPSI Klampok Kandidat Juara Lomba Peduli Sungai

456
KANDIDAT : Moh AMin (kiri) menjelaskan kinerja komunitasnya kepada juri (bercaping) disaksikan Wabup Ngesti Nugraha (kanan), kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
KANDIDAT : Moh AMin (kiri) menjelaskan kinerja komunitasnya kepada juri (bercaping) disaksikan Wabup Ngesti Nugraha (kanan), kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN–Organisasi Pelestari Sungai (OPSI) Klampok Kelurahan Ngempon Kecamatan Bergas menjadi salah satu kandidat juara lomba komunitas peduli sungai tingkat nasional tahun 2017 yang dihelat Kementerian PUPR. Komunitas dinilai berhasil menjaga kelestarian ekosistem dan menjaga lingkungan sungai dari kerusakan akibat limbah pabrik.

“Ini salah satu komunitas yang kami nilai cukup aktif menjaga kelestarian ekosistem dan lingkungan sungai,” ujar Slamet Budi Santosa, salah seorang juri lomba dari Kementerian PUPR yang ditemui di sela-sela penilaian lapangan, Kamis (24/8) kemarin.

Adapun dasar penilaian tersebut yaitu kerja sama antar stake holders yaitu warga dan kurang lebih 20 pabrik skala besar yang berada di sekitar sungai baik dan teratur. Dikatakan Slamet, dari usulan setiap provinsi ada 19 komunitas peduli sungai kategori kelas I se-Indonesia yang mengikuti lomba kali ini.

OPSI Ngempon terpilih menjadi tiga terbaik bersama dengan komunitas sejenis di Pasuruan dan Jogjakarta. “Pola kerja sama antara warga, swasta terutama perusahaan yang memiliki pabrik produksi di sekitar sungai dan fasilitasi dari Pemerintah menjadi poin penilaian utama,” ujarnya.

Ia berharap, melalui lomba tersebut akan dapat tercipta sinergi kepentingan antara pihak yang terdampak dan pihak yang mendapat manfaat dari keberadaan sungai. Sementara itu, Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang juga hadir pada kesempatan itu mengimbau para pengusaha yang memiliki pabrik di sekitar sungai untuk ikut aktif membantu usaha perawatan sungai.

Tujuannya agar sungai dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar dan menjalankan fungsinya sebagai salah satu pengendali banjir. Perusahaan juga mendapat manfaat dari keberadaan sungai untuk membuang limbah cair yang telah diolah sehingga tidak mencemarinya. “Alokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk bantu warga sekitar memelihara kebersihan sungai,” ujar Ngesti.

Sementara itu, petugas Humas OPSI Klampok, Moh Amin menjelaskan bahwa komunitas ini telah berupaya menjaga kelestarian Sungai Klampok sejak sepuluh tahun lalu. Panjang Sungai Klampok yang diupayakan kelestariannya itu mencapai 18 persen dari total panjang daerah aliran sungai (DAS) Jragung.

“Ada sekitar 22 pabrik besar yang berada di sepanjang jalur Sungai Klampok yang terbentang di tiga kecamatan yakni Bergas, Bawen, Pringapus. Kami terus menjalin kerjasama agar sungai ini tidak tercemar dan tetap lestari,” katanya.

Diakui Amin, terbentuknya OPSI Klampok justru berawal dari adanya perselisihan antara warga dan pabrik-pabrik terkait pembuangan limbah dan sampah di sungai Klampok. Namun seiring dengan proses mediasi oleh instansi pemerintah, akhirnya warga dan pengusaha bersatu padu menjalankan program pelestarian sungai.

“Kami melakukan kegiatan bersih sungai secara rutin, penebaran bibit ikan dan penanaman pohon di sekitar sungai. Pengawasan secara bersama juga dilakukan terhadap limbah masyarakat maupun pabrik yang dibuang ke sungai,” ujarnya. (ewb/ida)