33 C
Semarang
Jumat, 3 Juli 2020

Kemiskinan Tak Hanya Tanggung Jawab Gubernur

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

SEMARANG – Belum signifikannya penurunan angka kemiskinan di Jateng dinilai tidak semata-mata menjadi kegagalan gubernur selaku kepala daerah. Namun juga menjadi tanggung jawab bersama semua pihak, termasuk bupati/wali kota, akademisi, LSM, maupun masyarakat.

Pemerhati masalah kemiskinan dari Unika Soegijapranata Shandy Jannifer Matitaputty menegaskan, kemiskinan merupakan persoalan multi dimensi yang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, yakni pemerintah. Perlu adanya kerjasama antara pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten/ kota, akademisi, LSM, dan masyarakat.

Bahkan, imbuh dia, pada kasus-kasus tertentu, terdapat kelompok-kelompok masyarakat miskin dimana mereka sangat sulit menerima aparat atau pegawai pemerintah karena ketidakpercayaan yang terlanjur terbangun. “Sekalipun aparat atau pegawai pemerintah itu berasal dari kelompok, suku, wilayah mereka sendiri,” katanya.

Dia menambahkan ada masyarakat yang hanya bisa mendengarkan sesepuh di lingkungan mereka. Ada masyarakat miskin yang justru lebih percaya dengan orang luar daerah mereka yang tidak terkait dengan pemerintah, karena orang tersebut dipandang unik atau berbeda, sehingga muncul ketertarikan untuk mengetahui nilai-nilai yang dibawa oleh orang, sekelompok orang, atau lembaga luar yang datang kepada mereka.

Menurut Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu, peran pendidik termasuk orang tua, baik secara formal maupun informal juga sangat dibutuhkan. Mengingat persoalan kemiskinan seringkali tidak sekadar terkait dengan ketidakmampuan seseorang atau sekelompok masyarakat dalam menghadapi situasi, khususnya ekonomi yang sedang terjadi. “Persoalan kemiskinan seringkali juga terkait dengan pola pikir ataupun cara pandang tentang hari depan, motivasi, komitmen terhadap nilai-nilai kerja, pernikahan, tanggung jawab pribadi, dan cita-cita,” katanya.

Shandy menyebut kemiskinan bak lingkaran setan. Untuk bisa keluar dari kemiskinan, masyarakat mesti memiliki pendidikan dan kesehatan yang baik. Sehingga mereka dapat lebih produktif dan maju, penghasilan pun bertambah. Tapi di sisi lain, jika tidak memiliki kemampuan ekonomi, mereka pun kesulitan mengakses pendidikan dan kesehatan dengan baik.

Sekda Jateng Sri Puryono menyampaikan berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di provinsi ini pada Maret 2017 sebesar 4,45 juta orang (13,01 persen). Jika dibandingkan  dengan  jumlah  penduduk  miskin  pada September 2016, selama enam  bulan tersebut  terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 43,03 ribu orang.

Sementara apabila dibandingkan dengan Maret 2016, jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebanyak 56,17 ribu orang dari total 4,50 juta orang (13,27 persen).

Pemprov pun terus berupaya keras mempercepat penurunan kemiskinan. Infrastruktur menjadi prioritas yang harus ditangani sejak awal kepemimpinan Gubernur Ganjar Pranowo. “Sebab, dengan infrastruktur yang baik, akses perekonomian, pendidikan, kesehatan, dan lainnya juga semakin baik. Dengan begitu diharapkan dapat menjadi salah satu bagian memutus mata rantai kemiskinan,” paparnya. (ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Percantik Daerah Kumuh dengan Seni dalam Sehari

RADARSEMARANG.COM - Kehadiran seni mural belakangan makin diakui masyarakat. Pengaplikasian yang tepat menjadikan lokasi-lokasi tertentu terlihat lebih artistik. Komunitas One Day Art Project mewadahi...

Bambang Setyadi Kajari Salatiga

SALATIGA - Suasana haru menyelimuti acara kenal pamit Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Salatiga yang digelar di Ruang Sidang II Pemkot Salatiga, Senin (20/2)...

Lestarikan Tradisi, Bagikan Ketupat Rambut

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Anak-anak di Kampung Jaten Cilik Tlogomulyo, Pedurungan Tengah, Kota Semarang, sejak usai salat jamaah subuh di Masjid Roudhatul Muttaqim, Jumat (22/6) kemarin, telah...

939 Calon Jamaah Haji Siap Diberangkatkan

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sebanyak 939 calon jamaah haji asal kabupaten Pekalongan, siap untuk diberangkatkan pada tanggal 17 Juli 2018 mendatang. Para jamaah yang dibagi dalam tiga...

Dihijaukan agar Wisatawan Betah

SEMARANG – Kota Lama Semarang terus bersolek dalam upaya menuju situs warisan dunia UNESCO. Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) telah menanam 40 batang...

Bekuk Komplotan Penipu

MAGELANG–Komplotan penipu berkedok paranormal pengganda uang miliaran rupiah berhasil dibekuk Tim Resmob Polres Magelang Kota. Modusnya, menjanjikan bisa menggandakan uang bermiliar-miliar rupiah, setelah korban...