SEMARANG – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng yang menyebutkan petani menjadi kelompok penduduk termiskin di Jateng hendaknya dijadikan patokan untuk membuat kebijakan tepat guna meningkatkan kesejahteraan petani.

Bakal calon wakil gubernur (bacawagub) Jateng Dede Indra Permana Sudiro menilai persentase kemiskinan petani yang mencapai 55,95 persen sungguh ironis. Sebab Jateng sebagai wilayah agraris, namun petaninya justru hidup dalam garis kemiskinan. “Sudah saatnya, kita pikirkan sebuah gagasan untuk meningkatkan taraf hidup kelompok tani di Jateng,” ujar pria yang menyatakan maju dalam Pilkada Jateng lewat PDIP tersebut.

Anggota Komisi B DPRD Jateng itu menyatakan ingin memberi perhatian bagi nasib para petani dengan mengembangkan program ekonomi yang bersentuhan langsung dengan kesulitan yang dihadapi. Salah satunya dengan meluncurkan program penguatan modal usaha kelompok tani. “Insya Allah bila diamanahi, saya ingin mengembangkan program-program yang langsung bersentuhan dengan masalah ekonomi yang dihadapi para petani dan buruh tani pra-sejahtera,” kata pengusaha muda ini.

Penguatan modal usaha kelompok tani sendiri diterangkan Dede, adalah stimulasi dana bagi pelaku pertanian yang mengalami keterbatasan modal. Fasilitas ini juga akan diiringi degan program-program peningkatan SDM petani dan penguatan kelembagaan petani seperti pembinaan, penyuluhan, serta monitoring.

Melalui program ini diharapkan dapat mengembangkan usaha agribisnis, kemudian meningkatkan kemandirian dan kerjasama kelompok tani, hingga memangkas angka kemiskinan petani di Jateng.

Sebagai solusi lain, Dede juga mengusulkan untuk memperbaiki infrastruktur jalan di lahan pertanian agar mudah diakses oleh truk-truk pengangkut. Sebab, selama ini proses distribusi produksi hasil tani masih sulit lantaran akses kendaraan terbatas menuju lokasi lahan.

Dia menyebutkan ada 3 hal lain yang mempengaruhi rendahnya kualitas hidup petani. Yakni, kekurangan modal usaha, harga produk pertanian yang rendah, serta kebijakan yang kurang mendukung bagi sektor pertanian.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono siap meramaikan bursa bakal calon gubernur (bacagub) Jateng 2018. Kepastian tersebut muncul usai mendapatkan restu dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Ferry menerangkan belum lama ini ia mendapatkan lampu hijau dari Prabowo dan memintanya untuk terus melakukan kegiatan sosialiasi di Jateng. “Saya diminta meneruskan sosialiasi, nanti dilihat siapa yang lebih unggul dalam survei,” katanya.

Menurut dia, seperti yang dikatakan Prabowo, jika hasil survei nanti menunjukkan popularitas dan elektabilitasnya bagus, Partai Gerindra akan secara resmi memberikan rekomendasi kepadanya untuk maju sebagai Cagub Jateng. “Saya kira itu merupakan restu dari beliau, dan membuat saya siap turun dan bersemangat turun ke masyarakat. Terlebih saya adalah anak dari Jateng, jadi saya punya tanggung jawab untuk memajukan Jateng,” tandasnya.

Menurut informasi yang dihimpun, bacagub Jateng dari Partai Gerindra ada tiga nama yakni Ferry Juliantono,  Rahayu Saraswati (anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra) dan Ketua DPD Partai Gerindra Jateng Abdul Wachid. (den/ric)