Cegah Plekjerdi, Percepat Pembangunan Kesehatan

330
BERI MOTIVASI : Camat Demak Kota Fathkurokhman memberikan motivasi kepada warga Desa Turirejo, Kecamatan Demak Kota, kemarin (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BERI MOTIVASI : Camat Demak Kota Fathkurokhman memberikan motivasi kepada warga Desa Turirejo, Kecamatan Demak Kota, kemarin (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

DEMAK-Dua desa di wilayah Kecamatan Demak Kota telah diresmikan sebagai kampung KB. Yaitu, Desa Donorojo dan Turirejo. Saat di Desa Turirejo, kemarin, Camat Fathkurokhman secara khusus mengenalkan istilah Plekjerdi. Yaitu, singkatan dari nemplek, nggejejer, dadi (nempel, berdiri tegak dan kemudian jadi). Artinya, ibu-ibu mudah melahirkan atau punya anak karena suaminya terlalu rajin tanpa KB.

Menurutnya, dengan kampung KB tersebut, dapat mengurangi terjadinya plekjerdi tersebut. Dengan program ini, diharapkan pengendalian jumlah penduduk di wilayah Kecamatan Demak Kota dapat teratasi.

Seperti diketahui, jumlah penduduk yang tersebar di 19 desa di wilayah Kecamatan Demak Kota mencapai 117.617 jiwa atau 39.172 kepala keluarga (KK). Bahkan, jumlah ini cenderung naik terus menerus tiap tahun.

“Jika tidak ada kampung KB seperti ini, tentu pengendalian penduduk akan semakin sulit. Sebab, pertumbuhan jumlah penduduk masih tinggi, yakni sekitar 2,03 persen,” ujarnya.

Di kampung KB ini, kata dia, semua kegiatan yang ditangani 12 organisasi perangkat daerah (OPD) dapat lebih optimal melayani kesehatan masyarakat. Di antaranya, penanganan kesehatan para lansia, pencegahan pernikahan dini serta memberantas plekjerdi tersebut.

Camat Fathkurokhman menambahkan, selain mempercepat pembangunan, Kampung KB dapat mengurangi warga miskin yang masih 17 persen untuk tingkat kecamatan. “Di kampung KB, ada pelayanan KB gratis dan produk unggulan,” katanya. (hib/sct/ida)