PERLINDUNGAN: Deputi Deputi Penempatan BNP2TKI, Agusti Subiyantoro saat mensosialisasikan program perlindungan TKI di Ungaran, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
PERLINDUNGAN: Deputi Deputi Penempatan BNP2TKI, Agusti Subiyantoro saat mensosialisasikan program perlindungan TKI di Ungaran, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN – Mulai Agustus 2017 segala bentuk penanganan akibat kecelakaan kerja yang dialami oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri akan ditanggung oleh negara.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Ilyas Lubis mengatakan perlindungan tersebut diberikan kepada calon TKI yang mendaftar BPJS Ketenagakerjaan. “Kita sudah kerjasama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan para Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) di semua wilayah,” ujar Ilyas saat ditemui usai sosialisasi manfaat BPJS Ketenagakerjaan dan program perlindungan TKI di Ungaran, Rabu (23/8).

Dijelaskan Ilyas, lebih spesifik bentuk kecelakaan kerja juga mencakup korban kekerasan. Dalam hal ini, bagi TKI yang sudah mendaftar program BPJS Ketenagakerjaan akan memperoleh santunan dan biaya perawatan selama masa kontrak kerja.

“Skemanya pengaturannya dijelaskan melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 07/2017 yang berlaku mulai 1 agustus 2017 ini,” ujarnya. Diakui Ilyas, pengaturan khusus bagi TKI tersebut memang berbeda dengan tenaga kerja yang ada di dalam negeri.

Adapun skema pendaftaran yaitu calon TKI bisa datang langsung di kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Bisa juga mendaftar melalui website BPJS Ketenagakerjaan. Banyaknya kasus kekerasan yang dialami TKI juga menjadi salahsatu faktor munculnya program perlindungan seperti ini.

Setelah mendaftar, calon TKI langsung membayar iuran selama 31 bulan sebesar Rp 370 ribu. Jumlah bulan tersebut disesuaikan dengan masa kontrak kerja TKI tersebut. “Ini sifatnya wajib. Jadi ada kepastian untuk perlindungan tenaga kerja,” katanya.

Dikatakan Ilyas, beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh TKI setelah mengikuti program ini antaralain perawatan dan pemngobatan apabila mengalami kecelakaan kerja selama menjadi TKI. Baik itu sebelum dan sesudah masa penempatan.

“Santunan kematian sebesar Rp 85 juta apabila meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, biaya transportasi maksimal Rp 2,5 juta apabila timbul biaya pengangkutan pada saat mengalami kecelakaan kerja,” katanya.

Selain itu beasiswa bagi anak TKI yang mengalami cacar total atau meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Baik itu dari tingkat SD sampai perguruan tinggi. “Kita hanya mengcover mulai agustus 2017 ini. Untuk konsorsium yang lama harus berakhir dahulu kontraknya, dan itu tanggung jawab dari konsorsium tersebut,” katanya.

Sementara itu Deputi Penempatan BNP2TKI, Agusti Subiyantoro mengatakan, program perlindungan TKI melalui BPJS Ketenagakerjaan tersebut patut diapresiasi dan didukung sepenuhnya. Mesi begitu, ia berharap untuk TKI juga diberikan program Jaminan Hari Tua (JHT).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jateng DIY, Irum Ismantara menyebutkan saat ini kepesertaan sudah terdaftar sevanyak 2.355 orang. Jumlah iuran yang sudah diterima yaitu Rp 269.454.000. “Itu semua untuk wilayah Jateng DIY dan terbanyak pendaftarannya yaitu di kantor BPJS Ketenagakerjaan Semarang Raya,” katanya. (ewb/zal)