DENGARKAN ASPIRASI: Gubernur Ganjar Pranowo mendengarkan keluhan buruh gendong, didampingi Wahyu, Kepala Cabang Bank Jateng Wonosobo, kemarin di Pasar Kertek, Wonosobo (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU).
DENGARKAN ASPIRASI: Gubernur Ganjar Pranowo mendengarkan keluhan buruh gendong, didampingi Wahyu, Kepala Cabang Bank Jateng Wonosobo, kemarin di Pasar Kertek, Wonosobo (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU).

TEMANGGUNG—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memberikan bantuan Rp 6,6 miliar kepada para petani tembakau di Kabupaten Temanggung. Bantuan alat pertanian berupa hand tractor, alat pencacah pupuk organik, kendaraan roda tiga, alat pencacah tembakau dan pupuk, diserahkan langsung oleh Gubernur Ganjar Pranowo kepada perwakilan kelompok tani. Penyerahan bantuan berlangsung di Dusun Losari, Desa Logede, Kecamatan Tlogomulyo, Temanggung, pada Rabu (23/8) siang kemarin.

Kelompok tani yang mendapat bantuan, antara lain, kelompok tani Sido Makmur Dusun Losari, Desa Logede; kelompok tani Bumi Makmur Desa Bumiayu Kecamatan Selopampang; kelompok tani Maju Makmur, Desa Pagersari, Kecamatan Tlogomulyo, dan kelompok tani Suka Maju Desa Bulan Selopampang. Kelompok tani lainnya yang mendapatkan bantuan adalah kelompok tani Sido Muncul di Desa Kerokan Tlogomulyo dan kelompok tani Rejomulyo di Desa Salamrejo, Selopampang.

Gubernur Ganjar menyampaikan, kunjungannya ke berbagai kota/kabupaten, dalam rangka pengecekan lapangan. Tujuannya, mengetahui pasti apa saja kebutuhan petani di daerah. “Saya hanya ingin tahu seperti apa kondisi petani daerah dan mengetahui sebenarnya apa saja yang dibutuhkan mereka. Sejauh ini, mereka masih membutuhkan bantuan berupa pupuk, peralatan tani, hingga pelatihan-pelatihan.”

Gubernur Ganjar berharap agar para petani dapat memanfaatkan dan memelihara seluruh bantuan Pemprov Jateng sebaik mungkin. Ganjar juga meminta seluruh petani untuk membuka diri kepada pemerintah melalui ajang komunikasi jika menemui hambatan.

Dalam kesempatan kemarin, Ganjar menjanjikan bagi siapa saja petani yang intens menggunakan pupuk organik, akan mendapatkan reward khusus. Ini sebagai sebuah stimulan, sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk pabrikan.

“Saya berharap, petani tembakau berjuang lagi meningkatkan kualitas tembakau lebih baik lagi. Saya akan selalu berusaha memohon kepada pemerintah agar pada waktu panen tembakau, tidak mengimpor tembakau dari luar, agar petani tembakau mendapatkan harga hasil panen yang baik,” janjinya.

Bupati Temanggung Bambang Sukarno menuturkan, pada musim tanam tahun ini, semua harga tanam hasil panen mengalami peningkatan. Seperti harga cabe dan kopi. “Mudah-mudahan harga tembakau musim panen tahun ini akan lebih baik.”

Sementara itu saat di Wonosobo, Ganjar mengajak para pedagang untuk tidak memilih bank tengul alias bank plecit dalam mencari permodalan. Ganjar  menyarankan menggunakan bank resmi yang memberikan fasilitas permodalan lebih mudah dalam memberikan modal terhadap pedagang kecil. Salah satunya, melalui program Mitra Jateng Bank Jateng.

Ganjar Pranowo menyampaikan hal itu, kemarin, di Pasar Kertek Wonosobo. Ganjar mengunjungi pasar itu, setelah  sebelumnya berkunjung ke Desa Kapencar, meninjau pelaksanaan program Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kunjungan Ganjar ke Pasar Kertek, juga diwarnai  dialog dengan pedagang.

Ganjar memberikan kesempatan kepada pedagang untuk maju. Utamanya, yang memiliki pinjaman modal melalui bank plecit. Seorang buruh gendong atau kuli angkut yang sudah lansia lantas maju. Ia bercerita punya  pinjaman di bank plecit senilai Rp 1 juta. Saat ditanya berapa ia mengembalikan, buruh itu tidak bisa menjelaskan detail. “Ya pokoknya tiap hari nyicil lima ribu. Kalau sudah lunas, nanti pinjam lagi. Tidak tahu berapa kali mengembalikan,”ucap nenek itu disambut tawa.

Hal senada disampaikan oleh pedagang sayuran. Dia  mengaku sudah meminjam di bank plecit cukup lama. Pinjamannya  Rp 5 juta. Lagi-lagi, saat ditanya  pengembalian berikut bunganya, si pedagang tidak bisa menjawab. Kepada pedagang dan buruh di pasar, Ganjar lantas  memperkenalkan program Mitra Jateng, sebuah program bantuan pinjaman permodalan untuk usaha kecil, dengan batas pinjaman  Rp 25 juta. Pinjaman digulirkan oleh Bank Jateng untuk mendorong program prorakyat dan pedagang kecil. (san/ali/ton/isk)