Pengedar Narkoba Gunakan Jalur Laut

550
GELAR PERKARA : Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru menunjukkan barang bukti Shabu bersama tersangka yang ditangkap di Jepara, Yayan Ardiyanto, 30, di Kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro, Rabu (23/8) kemarin (ADITYO DWI/ JAWA POS RADAR SEMARANG).
GELAR PERKARA : Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru menunjukkan barang bukti Shabu bersama tersangka yang ditangkap di Jepara, Yayan Ardiyanto, 30, di Kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro, Rabu (23/8) kemarin (ADITYO DWI/ JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG-Jalur laut menjadi akses yang dipilih para penyelundup untuk memasok narkoba ke wilayah Jateng dan sekitarnya. Jalur laut yang menghubungkan jateng dan sekitarnya, kini mendapat pengawasan ketat Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jateng.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru menjelaskan bahwa penangkapan pria pengedar sekaligus kurir narkoba, Yayan Ardiyanto, 30, di Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, telah menjadi bukti.

Yayan yang diringkus Sabtu (19/8) lalu oleh petugas BNNP Jateng bersama tim gabungan tersebut, tepat di saat mengambil dua bungkus paket yang diduga berisi sabu tepat di bawah pohon palem, dekat Masjid Walisongo, Pecangaan, Jepara.

“Hampir Maghrib sekitar pukul 17.30 dia ditangkap. Dari penangkapan itu, kami perdalam dan telusuri perolehan sabu tersebut. Ternyata diselundupkan dari jalur laut,” ungkapnya, di Markas BNNP Jateng, Jalan Madukoro, Rabu (23/8) kemarin.

Usai pendalaman, pihaknya menggeledah rumah pelaku yang beralamat di RT 01 RW 03 Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Dari hasil penggeledahan tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti seperti shabu 1 paket besar dan 6 paket kecil dengan berat 100 gram, sebuah timbangan elektronik dan telepon genggam.

Atas perbuatannya, Yayan yang mengaku baru dua bulan menjadi pengedar, akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal hukuman mati. “Untuk kasus ini, barangnya didapat dari Aceh lalu dikirim ke Jakarta, baru ke Jepara melalui jalur laut. Oleh karenanya, kami akan mengoptimalkan pengawasan arus barang yang masuk lewat jalur laut,” bebernya.

Saat ini, jelasnya, pihaknya masih mengejar beberapa kurir dan bandar narkoba yang berkeliaran di daerah pinggiran. “Semoga lekas tertangkap,” tegasnya. (tsa/ida)