Pencapaian SPM Pendidikan Belum Optimal

513
UJI PUBLIK: Kepala Dinas Pendidikan Demak, Anjar Gunadi saat membuka uji publlik road map SPM di Bina Praja, kemarin (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang).
UJI PUBLIK: Kepala Dinas Pendidikan Demak, Anjar Gunadi saat membuka uji publlik road map SPM di Bina Praja, kemarin (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang).

DEMAK– Pencapaian standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan di Demak dinilai belum optimal.  Dari 34 indikator SPM, baru 27 indikator yang terpenuhi. Hal ini mengemuka dalam uji publik hasil road map PKP-SPM Dinas Pendidikan Kabupaten Demak di ruang Bina Praja, kemarin.

Melalui kegiatan uji publik ini, diharapkan ada solusi nyata untuk membahas segala masalah yang muncul di dunia pendidikan.  Utamanya dalam meminimalisir kesenjangan penyelenggaraan pendidikan.

Bupati Demak HM Natsir mengatakan, SPM merupakan salah satu tolah ukur kinerja pelayanan pendidikan dasar. Dalam Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 yang diubah dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2013  disebutkan bahwa, penyelenggaraan pendidikan dasar sesuai SPM adalah kewenangan dan tanggung jawab Kabupaten/Kota.

Karena itu, kata dia, sudah seharusnya pemerintah wajib melakukan pengembangan kapasitas untuk mencapai SPM. “Untuk Demak sendiri pencapaian SPM ini memang belum optimal. Untuk memenuhi standar minimal saja belum bisa. Ibarat sepeda tidak ada ontelannya,” ujar bupati.

“Artinya, tidak ada anggaran yang disediakan secara cukup. Anggaran kita akui kurang. Meski demikian, untuk meningkatkan pembelajaran tidak harus dengan anggaran,” tandasnya. Menurutnya, untuk memperbaiki SPM ini, tentu harus dilakukan perbaikan manajemen di level sekolah, khususnya di sekolah swasta.

Kepala Dinas Pendidikan, Anjar Gunadi mengatakan, sebetulnya untuk membantu terselenggaranya pendidikan ini total anggaran pendidikan di Demak sudah menca[ai 36 persen. Sedangkan, khusus dari APBD Demak hanya sektar 6,9 persen. “Kalau total memang besar karena ada dana alokasi khusus (DAK) juga,” katanya. (hib/zal)