SEMARANG-Sejumlah partai politik (parpol) berencana menjalin koalisi agar hanya muncul dua calon pada Pilgub Jateng, 2018 mendatang. Seperti yang dilontarkan Ketua DPD I Partai Golkar Jateng, Wisnu Suhardono, beberapa waktu lalu, pihaknya berharap koalisinya bisa duel head to head dengan PDIP yang notabene masih mendominasi di Jateng.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Pemenangan PDIP yang juga Bendahara DPD PDIP Jateng, Agustina Wilujeng enggan berkomentar. Menurutnya, head to head hanya akan terlihat ketika sudah ada pengesahan pasangan calon oleh KPU. “Sekarang, kami masih berkomunikasi dengan semua parpol. Dalam waktu dekat, malah akan ada pertemuan pimpinan parpol-parpol lagi,” katanya.

Dia justru berharap, hanya muncul satu pasangan calon saja. Jika semua partai bergabung dalam satu koalisi dan melawan kotak kosong, akan sangat menghemat energi. Sebab, di tahun yang sama, parpol juga harus bekerja dan berpikir keras menghadapi Pilkada di 7 daerah di Jateng.

“Kalau saya inginnya lawan kotak kosong. Soalnya habis itu ada Pemilu Legislatif. Jadi benturan itu (head to head) dihindari harusnya. Tapi itu pendapat pribadi saya. Belum komentar resmi dari partai,” terangnya.

Sebelumnya,Wisnu Suhardono, mengaku tidak gentar jika partainya harus duel PDIP yang notabene masih menguasai di Jateng. Tapi dengan syarat, Golkar berkoalisi dengan partai lain. “Menurut pengalaman dan pengamatan saya, kalau head to head siapa pun dengan PDIP menarik. Probilitinya untuk menang lebih tinggi daripada calonnya tiga orang,” katanya.

Dia menganggap, head to head menjadi menarik lantaran PDIP sendiri menjadi satu-satunya partai yang bisa mengusung calon sendiri. Tapi jika ada tiga pasang, menurut Wisnu, akan menguntungkan PDIP yang memiliki basis besar di Jateng. “Kalau calonnya tiga, secara teori menguntungkan PDIP. Meski praktiknya tergantung di lapangan. Tapi kita harus bicara teori juga,” imbuhnya.

Saat ini, pihaknya mengaku masih melakukan penjajakan dan komunikasi dengan parpol lain demi menjalin koalisi. Selain untuk menghimpun kekuatan meruntuhkan dominasi PDIP, untuk memenuhi syarat maju Pilgub karena kursi di DPRD Jateng belum menyentuh 20 persen.

Salah satu partai yang punya kedekatan dengan Golkar adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Seperti diketahui, koalisi Golkar dan PPP berhasil memenangkan Pilkada di empat daerah, yakni Demak, Batang, Banjarnegara serta Kota Salatiga. (amh/ida)