PERSIAPAN PESTA RAKYAT : Sekda Jateng, Sri Puryono (dua dari kanan) dan sejumlah pejabat Pemprov Jateng, mengikuti latihan ketoprak dengan lakon ''Harya Penangsang'' di Gedung Ki Narto Sabdo Kompleks TBRS Semarang, Selasa sore lalu (Ist).
PERSIAPAN PESTA RAKYAT : Sekda Jateng, Sri Puryono (dua dari kanan) dan sejumlah pejabat Pemprov Jateng, mengikuti latihan ketoprak dengan lakon ''Harya Penangsang'' di Gedung Ki Narto Sabdo Kompleks TBRS Semarang, Selasa sore lalu (Ist).

SEMARANG – Ada yang menarik dalam ‘pentas’ ketoprak di Gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Selasa (22/8) lalu. Pasalnya para lakon atau yang memeragakannya bukan dari kalangan seniman, tapi para pejabat Pemprov Jateng, kepala daerah, kepala Satker, dan pejabat Forkompinda.

Ya, Selasa sore itu, merupakan latihan perdana para pejabat sebelum tampil dalam pentas ketoprak ”Banjaran Harya Penangsang”, di Jepara, Sabtu (26/8) mendatang.

Latihan  berlangsung gayeng dan sesekali diselingi canda tawa. Kemampuan akting para pejabat tersebut dalam memerankan tokoh mendapat pujian dari sang sutradara, Wiyatno.

Wijayatno yang juga pegawai Seksi Kesenian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng tersebut menilai, kemampuan menjalani peran dan dialog berbahasa Jawa dari pejabat terbilang bagus. Tak kalah dari seniman. Improvisasinya juga bagus. “Bahkan ada yang bisa nembang dan menambahi dialog dengan pantun,” kata Wiyatno, di sela-sela memandu latihan ketoprak tersebut.

Menurutnya, tak ada kendala yang berarti dalam latihan pentas ketoprak memeriahkan HUT Ke-67 Jateng itu. Ketoprak Banjaran Harya Penangsang ini akan dimainkan di halaman Shoping Center Jalan Ahmad Yani, Jepara, pada Sabtu (26/8) mulai pukul 19.30. Pejabat akan bermain hingga pukul 23.00.

“Kisah selanjutnya, yakni sejak Harya Penangsang remaja hingga meninggal, akan dimainkan kelompok seni ketoprak dari Kabupaten Pati hingga dini hari,” kata Wiyatno.

Ditambahkan, latihan tersebut dilakukan tiga kali, Selasa-Kamis (22-24/8). Sekda Jateng, Sri Puryono, yang mendapat peran sebagai Sultan Patah mengatakan, pentas ketoprak kali ini istimewa karena akan diikuti Gubernur, Pangdam IV/ Diponegoro,

Kapolda, Kajati, Kajari, Ketua Pengadilan Tinggi, pejabat Forkompinda, sejumlah bupati/ wali kota se-Jateng, pejabat pemprov, serta pejabat eksekutif dan legislatif Kabupaten Jepara selaku tuan rumah. ”Para pejabat tersebut telah menyampaikan kesediaan ikut tampil memeriahkan HUT Jateng. Kami berharap masyarakat turut menyaksikan ketoprak ini,” kata Sri Puryono. Dikatakan, kisah Harya Penangsang ini terkait dengan sejarah dan budaya lokal di Jepara, yakni ketokohan pahlawan Ratu Kalinyamat. (*/zal)